Andani Rizqi Mardlotillah
Universitas Islam Batik Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MACAM DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) Andani Rizqi Mardlotillah; Srie Juli Rachmawatie; Libria Widiastuti
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v4i1.9130

Abstract

Pare (Momordica charantia L.) merupakan komoditas sayuran yang tidak hanya memiliki kandungan zat gizi, tetapi juga prospek ekonomi yang cukup prospektif. Pencapaian pertumbuhan vegetatif dan produktivitas yang optimal dapat ditunjang melalui pemilihan sumber POC, takaran aplikasinya, serta pengaturan periodisasi pemberian yang selaras dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini diarahkan untuk mengidentifikasi respons tanaman pare terhadap perbedaan jenis POC, interval aplikasinya, serta kemungkinan adanya efek interaksi di antara kedua faktor tersebut terhadap karakter pertumbuhan dan pembentukan buah. Penelitian disusun menggunakan RAL berpola faktorial yang melibatkan dua faktor. Faktor pertama terdiri atas POC berbahan limbah sayuran (P1), kulit pisang (P2), dan air cucian beras (P3), sedangkan faktor kedua berupa interval aplikasi setiap 3 hari (K1), 6 hari (K2), dan 9 hari (K3). Setiap kombinasi perlakuan direplikasi tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan sumber POC tidak menghasilkan respons yang signifikan pada peubah yang diamati. Variasi interval aplikasi hanya memperlihatkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, sedangkan parameter pertumbuhan dan komponen hasil lainnya tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Interaksi antara jenis POC dan interval pemberian juga tidak menghasilkan pengaruh yang signifikan. Interval aplikasi 6 hari (K2) dan 9 hari (K3) menghasilkan jumlah daun lebih tinggi dibandingkan interval 3 hari (K1), dengan perlakuan K2 memberikan rerata jumlah daun tertinggi, yaitu 23,52 helai.