Nefrolitiasis merupakan penyakit saluran kemih yang tidak hanya menimbulkan gangguan fisik berupa nyeri hebat, hematuria, dan gangguan berkemih, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis pasien, terutama kecemasan sebelum menjalani tindakan medis. Kecemasan yang tidak teratasi dapat meningkatkan respons stres fisiologis sehingga memperburuk kondisi pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi menurunkan kecemasan adalah kombinasi terapi musik alam dan relaksasi Benson. Tujuan menganalisis efektivitas kombinasi terapi musik alam dan relaksasi Benson terhadap tingkat kecemasan pada pasien nefrolitiasis. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel berjumlah 54 pasien nefrolitiasis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-14) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa kombinasi terapi musik alam dan relaksasi Benson diberikan selama 20 menit setiap hari selama 7 hari. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, sedangkan perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 29 responden (53,7%), sedangkan setelah intervensi mayoritas masih berada pada kategori kecemasan sedang sebanyak 29 responden (53,7%), namun terjadi peningkatan jumlah responden dengan kecemasan ringan menjadi 25 responden (46,29%) dan tidak ditemukan lagi responden dengan kecemasan berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan kombinasi terapi musik alam dan relaksasi Benson berpengaruh menurunkan tingkat kecemasan pada pasien nefrolitiasis sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer yang berpotensi menurunkan kecemasan, mudah diterapkan, dan mendukung peningkatan kenyamanan psikologis pasien selama menjalani perawatan.