Stunting pada anak baduta di Indonesia masih menjadi masalah gizi kronis yang mendesak; prevalensi nasional 19,8% pada tahun 2024 tetap di atas ambang batas WHO dan tersebar tidak merata antarwilayah. Determinan stunting bersifat multifaktorial, sehingga bukti ilmiah mengenai determinan yang paling relevan pada konteks Indonesia perlu dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai determinan atau faktor risiko stunting pada baduta di Indonesia yang dipublikasikan tahun 2021-2025, menggunakan desain scoping review mengacu kerangka Joanna Briggs Institute (JBI) dan pedoman PRISMA-ScR, dengan pertanyaan penelitian disusun menggunakan kerangka PCC (Population, Concept, Context). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Garuda, PubMed, dan ScienceDirect, dianalisis menggunakan sintesis naratif deskriptif. Sebanyak sembilan belas artikel primer (2021-2025) memenuhi kriteria inklusi, dikelompokkan menjadi empat tema: individu dan pengetahuan ibu, riwayat kehamilan-persalinan, pola asuh dan pemberian makan, serta lingkungan dan sosial-ekonomi. Tema pola asuh dan pemberian makan, khususnya ASI eksklusif, menunjukkan asosiasi paling konsisten, sementara determinan MP-ASI menunjukkan kontras antara temuan skala lokal dan nasional, dan bukti mengenai pengetahuan ibu serta lingkungan masih terbatas. Tinjauan ini juga mengungkap keterbatasan metodologis pada proses penyusunannya sendiri (termasuk skrining oleh satu reviewer dan cakupan ScienceDirect yang belum menyeluruh), sehingga hasil ini merupakan pemetaan awal yang masih memerlukan penyempurnaan sebelum disubmisikan sebagai naskah final. Kata Kunci: stunting, baduta, determinan, faktor risiko.