This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Alifka Rahmayanti Jamaluddin
Universitas Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Spatio-Temporal Variasi Ekologi dan Sosiodemografi Kejadian Malaria di Kota Jayapura Tahun 2021-2025 Roswati Roswati; Ummu Khaerat Rahmawan; Nurul Fitri Ayu; Ayu Sunarti S.; Suci Fajriani S.; Alifka Rahmayanti Jamaluddin; Sukmawati Sukmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63649

Abstract

Penularan malaria di Kota Jayapura masih tergolong tinggi dan menunjukkan kompleksitas akibat variasi faktor lingkungan serta sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spatio-temporal kejadian malaria serta hubungannya dengan faktor ekologi dan sosiodemografi di Kota Jayapura tahun 2021-2025. Metode penelitian menggunakan studi ekologi dengan pendekatan deskriptif dan analitik spasial-temporal. Data kasus malaria, parameter iklim, ketinggian, dan kepadatan penduduk di lima distrik dianalisis menggunakan software QGIS dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan Incidence Rate (IR) malaria berfluktuasi secara musiman dengan tren tertinggi pada tahun 2021 (IR: 579,93) dan meningkat kembali pada 2025 (IR: 374,32), di mana puncak kasus terpusat pada Januari hingga Juli. Secara spasial, Distrik Muara Tami secara konsisten menjadi hotspot dengan kategori kejadian sangat tinggi, dipicu oleh masifnya alih fungsi lahan pembangunan perumahan yang menciptakan tempat perindukan buatan (artificial breeding sites). Sebaliknya, Distrik Jayapura Utara dengan kepadatan penduduk dan ketinggian tertinggi mencatatkan kejadian terendah. Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan seluruh variabel tidak berhubungan signifikan secara statistik (p > 0,05), dengan korelasi negatif pada kepadatan penduduk (r = -0,500), ketinggian (r = -0,359), suhu (r = -0,323), dan curah hujan (r = -0,482), serta korelasi positif pada kelembapan (r = 0,187). Penelitian ini menyimpulkan bahwa alih fungsi lahan merupakan determinan utama transmisi malaria di Kota Jayapura.