Wening Ngesti Aden
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN PADA WARGA YANG TINGGAL DI AREA PABRIK DI TELUKAN SUKOHARJO Wening Ngesti Aden; Tri Susilowati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 6 (2026): Desember : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i6.13038

Abstract

Kesiapsiagaan kebakaran penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri karena aktivitas pabrik, instalasi listrik, mesin produksi, dan bahan mudah terbakar dapat meningkatkan potensi risiko serta dampak kebakaran. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapsiagaan bencana kebakaran pada warga yang tinggal di area pabrik di Telukan, Sukoharjo, serta mendeskripsikan karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lama tinggal. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei di Ngarak-Arak, Dusun II, Telukan, Grogol, Sukoharjo. Populasi penelitian berjumlah 103 warga berusia minimal 17 tahun, dengan 51 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan berisi 18 pernyataan dengan skala Likert empat pilihan. Instrumen telah diuji pada 30 responden dengan rentang koefisien validitas 0,408–0,694 dan nilai Cronbach’s alpha 0,871. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Kelompok usia terbanyak adalah 17–25 tahun (29,4%), responden perempuan sebanyak 52,9%, dan seluruh responden telah tinggal lebih dari lima tahun. Sebanyak 46 responden (90,2%) berada pada kategori sangat siap dan lima responden (9,8%) pada kategori siap. Tidak terdapat responden pada kategori hampir siap, kurang siap, maupun belum siap. Hasil ini menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang dilaporkan responden tergolong tinggi, tetapi edukasi, perencanaan evakuasi, informasi peringatan dini, serta simulasi berkala tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan kesiapsiagaan dan menjangkau warga yang belum mencapai kategori tertinggi.