Herdiyanto, Yohanes K.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kreativitas pada pelukis di Bali Galah, A.A Gd Gita; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.554 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p15

Abstract

Abstrak Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia menawarkan beragam keindahan alam dan budayanya. Pariwisata Bali yang berkembang pesat membuat adanya lapangan kerja untuk para seniman dengan menjual jasa pada wisatawan yang datang ke Bali, khususnya pelukis. Pelukis memiliki kecenderungan untuk berkarya tanpa adanya batasan tertentu, namun dengan menjadikan melukis sebagai profesi, mengharuskan pelukis untuk menuruti permintaan pemesan maupun tren lukisan yang laku di pasaran, hal ini tentu berdampak dengan kreativitas yang dimiliki oleh pelukis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas pada pelukis di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang tergabung dalam penelitian payung dengan tema “proses kreatif pada seniman di Bali” yang diinisiasi oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Peneliti menggunakan 7 responden laki-laki berusia 20 hingga 60 tahun yang berdomisili di Bali dan mempunyai profesi sebagai pelukis. Hasil penelitian yang didapatkan adalah faktor penghambat dan pendukung kreativitas secara internal maupun eksternal. Pelukis mengembangkan kreativitas melalui proses merenung, pengamatan hingga mengubah stres untuk menjadi sumber inspirasi, serta adanya pengaruh pariwisata terhadap kreativitas. Kata kunci: Kreativitas, pariwisata Bali, pelukis.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN KOMITMEN PADA PASANGAN YANG MENJALANI HUBUNGAN BERPACARAN Liana, Jessica Ayu; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.676 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p09

Abstract

Pada masa dewasa awal, individu akan dihadapi dengan tugas perkembangan. Salah satunya yakni pencarian pasangan hidup dan pembentukan keluarga baru. Tugas perkembangan inilah yang mengharuskan individu untuk belajar membangun sebuah komitmen pada suatu hubungan yang sedang dijalaninya. Komunikasi menjadi salah satu cara dalam pembangunan rasa komitmen. Komunikasi tersebut terkait dengan tingkat kedalaman dan keluasan pesan yang terjadi saat proses komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri tidak selamanya dapat berjalan secara lancar dan baik. Hal ini dapat memberikan dampak yang baik maupun dampak yang buruk ke dalam suatu hubungan berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi, teknik sampling yang digunakan yakni cluster sampling, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Udayana dengan responden sebanyak 80 orang, yang terdiri dari beberapa mahasiswa fakultas kedokteran, hukum, teknik, fisip, ekonomi dan bisnis, serta pariwisata. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, sedang menjalani hubungan berpacaran, dan berusia 18 sampai dengan 30 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran, hal tersebut berarti semakin tinggi intensitas komunikasi maka semakin tinggi pula komitmen terhadap pasangan, begitu juga sebaliknya semakin rendah intensitas komunikasi maka semakin rendah pula komitmen terhadap pasangan. Kata kunci: Intensitas komunikasi, komitmen, pasangan, dan pacaran.
PENGARUH STIGMA TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGIKUTI EKTRAKURIKULER TARI BALI DI SMAN 2 DENPASAR Anggreni, Ni Wayan Yuli; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.333 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p20

Abstract

Pendidikan di sekolah membuat remaja dapat mengembangkan keterampilan sesuai dengan minat dan kemampuannya. Pendidikan tersebut hanya mengutamakan aspek fisik dan kognitif sehingga perlu disadari bahwa terdapat aspek psikososial yang hendaknya ditumbuhkan dalam proses pembelajaran yaitu self esteem. Self esteem adalah evaluasi yang dilakukan individu mengenai seberapa besar kepercayaan individu terhadap kemampuan, keberartian, kesuksesan dan keberhargaan, serta memainkan peran penting dalam memprediksi penyesuaian terhadap masa depan. Perkembangan self esteem pada remaja tidak terlepas dari lingkungan sosialnya, mulai dari orang tua, teman sebaya dan masyarakat sekitar serta guru di sekolah yang seringkali memberikan label pada remaja tersebut (Herlina, 2007). Pemberian label akan memunculkan stereotip, separation dan diskriminasi sehingga menjadi sebuah stigma. Crocker (2002) menyatakan stigma memiliki peranan terhadap self esteem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen yang menggunakan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Peneliti menyebarkan skala self esteem pre-test dan skala self esteem  post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang terdiri dari 44 item, teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Responden dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar, sebanyak 35 orang. Seluruh subjek dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari kelompok eksperimen 1, eksperimen 2 dan kelompok kontrol. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan one way anova. Hasil dari penelitian ini menunjukan probabilitas 0,003 (p)<0,05. Hal ini berarti ada pengaruh stigma terhadap self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Stigma positif maupun stigma negatif berpengaruh negatif terhadap self esteem artinya baik stigma positif maupun stigma negatif membuat self esteem menurun pada remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa stigma memberikan pengaruh terhadap menurunnya self esteem remaja perempuan yang mengikuti ektrakurikuler tari Bali di SMAN 2 Denpasar.   Kata Kunci : Stigma, Self Esteem, Eksperimen, Remaja Perempuan
TUAH KETO DADI NAK LUH BALI: MEMAHAMI RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DAN TINGGAL DI PEDESAAN Wedaningtyas, Putu Ayu Meirina Pradnya Paramitha; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.43 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p02

Abstract

KDRT merupakan permasalahan sosial yang identik dengan perempuan, utamanya pada daerah yang dinaungi budaya patriarki, seperti Bali salah satunya. Melalui penerapan konsep purusa-pradana, para perempuan dituntut untuk mampu mempertahankan eksistensinya dalam keluarga sebagaimanapun menekannya suatu keadaan, tidak terkecuali pada kasus KDRT. Perempuan masih ditabukan untuk bercerai ,. Individu yang demikian, dapat diistilahkan sebagai individu yang resilien. Resiliensi merupakan suatu proses aktif untuk mampu memutuskan bangkit, menghadapi, mampu memperkuat diri dan tetap melaksanakan perubahan sehubungan dengan cobaan yang sedang dialaminya (Grotberg dalam Dewi, Djoenaina, & Melisa., 2004). Pada penelitian yang melibatkan satu orang perempuan sebagai responden, didapatkan bahwa resiliensi pada Perempuan Bali terbentuk dari adanya nilai-nilai keyakinan pada dirinya yang mendorong individu untuk bersedia belajar dan beradaptasi selama menjalani kehidupan berumah tangga.   Kata Kunci: KDRT, Perempuan Bali, Resiliensi
SOSIALISASI MORAL PADA ANAK-ANAK MELALUI MAPLALIAN Manuaba, Ida Bagus Gede Bhaskara; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.273 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p07

Abstract

Keberadaan moral mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Keberadaan moral sebagai landasan pendidikan sangat penting, karena sering terjadi masalah-masalah penyimpangan moral dalam dunia pendidikan. Ini disebabkan oleh tututan mengejar prestasi akademik yang tinggi, menyebabkan anak-anak hanya sibuk untuk belajar, padahal kegiatan yang identik bagi mereka adalah bermain. Di Bali, kegiatan bermain itu disebut maplalian. Salah satu organisasi yang konsisten melestarikan plalian adalah sanggar Kukuruyuk. Anak-anak yang mengikuti kegiatan maplalian di sanggar Kukuruyuyk, belajar nilai-nilai moral yang bersumber dari dongeng, plalian, dan gending rare. Nilai moral yang anak-anak dapatkan dari sumber-sumber tersebut kemudian disosialisasikan kepada sesama anggota sanggar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pengumpulan data melalui foto dan video. Responden yang dilibatkan pada penelitian ini adalah empat orang anak anggota sanggar Kukuruyuk, yang telah menjadi anggota lebih dari satu tahun. Penelitian ini juga melakukan observasi pada kegiatan anak-anak saat maplalian. Untuk memperkuat data penelitian maka dilakukan wawancara kepada sigificant others responden, yaitu pengasuh sanggar, orangtua responden, dan guru wali kelas responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak nilai moral yang dipelajari anak-anak sanggar Kukuruyuk yang bersumber dari dongeng, tokoh, plalian, aturan, dan hukuman. Agen sosialisasi yang berpengaruh untuk mensosialisasikan moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk, adalah agen sosialisasi kedudukan setara yaitu sesama anggota sanggar, dan agen sosialisasi kedudukan lebih tinggi yaitu pengasuh sanggar, wali kelas, dan orangtua. Sosialisasi moral yang terjadi pada kedua agen sosialisasi ini berhasil menanamkan nilai moral pada anak-anak sanggar Kukuruyuk.   Kata Kunci: sosialisasi, nilai moral, plalian,