Amanda, Anak Agung Ayu Nisha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KONFORMITAS DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP AGRESIVITAS PADA REMAJA MADYA DI SMAN 7 DENPASAR Amanda, Anak Agung Ayu Nisha; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.882 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p10

Abstract

Pengaruh normatif dan pengaruh informasi berdampak pada tingkah laku seseorang yang disebut dengan konformitas. Konformitas bisa berdampak negatif dan positif, konformitas negatif contohnya adalah tawuran yang dapat merujuk ke tindak agresivitas. Remaja yang memiliki rentang usia 13-18 rentan terhadap tindak agresivitas terkait dengan emosi remaja yang fluktuatif (Rice, 2001). Agresivitas yang tinggi dapat diturunkan dengan kecerdasan emosional yang tinggi, karena dengan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi seseorang mampu mengenali emosi diri dan orang lain dan mampu mengelola emosi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan konformitas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas pada remaja madya di SMAN 7 Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 orang siswa kelas I dan II SMAN 7 Denpasar berusia antara 15-18. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas (? = 0.882) Buss dan Perry (dalam Bryant & Smith, 2001), skala konformitas (? = 0.902) , dan skala kecerdasan emosional (? = 0,872) (Simarmata, 2005). Hasil analisis regresi berganda menghasilkan R= 0,452 (F= 28,667; p< 0,05) dapat dikatakan bahwa konformitas dan kecerdasan emosional memiliki hubungan terhadap agresivitas. Hasil korelasi parsial antara konformitas dengan agresivitas dengan mengontrol variabel kecerdasan emosional adalah 0,300 (p<0,05) yang berarti konformitas dengan agresivitas memiliki hubungan yang positif yang artinya adalah semakin tinggi konformitas, semakin tinggi pula tingkat agresivitas. Hasil korelasi parsial antara kecerdasan emosional dengan agresivitas dengan mengontrol variabel konformitas adalah -0,256 (p<0,05) yang berarti kecerdasan emosional dengan agresivitas memiliki hubungan yang negatif yang artinya semakin tinggi kecerdasan emosional seseorang, maka tingkat agresivitasnya semakin rendah.   Kata Kunci : Agresivitas, Konformitas, Kecerdasan Emosional, Remaja Madya
Pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator Amanda, Anak Agung Ayu Nisha; Handoyo, Seger
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.102 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator. Definisi leader-member exchange dalam penelitian ini menggunakan teori Graen & Uhl-Bien (1995), perilaku kerja kontraproduktif menggunakan teori Fox & Spector (2005), dan budaya organisasi menggunakan teori Schein (1992). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 192 karyawan yang bekerja di Rumah Sakit X. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Leader-Member Exchange 7 (LMX7) untuk mengukur leader-member exchange, skala Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) untuk mengukur perilaku kerja kontraproduktif dan Denison Organizational Culture Survey (DOCS) untuk mengukur budaya organisasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) leader-member exchange berpengaruh langsung dan signifikan terhadap budaya organisasi, (2) budaya Organisasi berpengaruh langsung dan signifikan terhadap perilaku kerja kontraproduktif, (3) leader-member exchange tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja kontraproduktif, dan (4) leader-member exchange memiliki pengaruh terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai mediator penuh. Kata kunci: Leader-member exchange, Perilaku kerja kontraproduktif, Budaya organisasi