Pembelajaran matematika perlu mengembangkan kemampuan siswa dalam menganalisis, menalar, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan menghasilkan strategi penyelesaian yang fleksibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran matematika yang digunakan untuk mendukung kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berdasarkan publikasi tahun 2021–2026. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan sintesis. Penelusuran dilakukan pada SINTA, laman resmi jurnal, GARUDA, dan Google Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup periode publikasi 2021–2026, fokus pada pembelajaran matematika, memuat strategi atau pendekatan pembelajaran, menyajikan hasil atau analisis penelitian, dan berasal dari jurnal terakreditasi Sinta 1–3. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria dan menjadi sumber sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Problem Based Learning, Realistic Mathematics Education, Guided Discovery Learning, Structured Inquiry, Project atau STEAM, pembelajaran kooperatif, Teaching at the Right Level, pembelajaran berbasis teknologi, dan pendekatan kontekstual memiliki fungsi pedagogis yang relevan. PBL paling konsisten digunakan untuk pemecahan masalah dan berpikir kritis. RME mendukung pemahaman konsep, penalaran, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui konteks yang dekat dengan siswa. Discovery dan inquiry memberi ruang untuk eksplorasi serta konstruksi pengetahuan. STEAM dan teknologi memperluas peluang untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan literasi. TaRL membantu guru menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan awal siswa. Sintesis menunjukkan bahwa efektivitas strategi bergantung pada kesesuaian model dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, materi, asesmen, dan sumber belajar. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji integrasi PBL, TaRL, metakognisi, dan teknologi pada pembelajaran matematika SMA dengan desain eksperimen yang lebih kuat serta materi matematika yang kompleks.