Background: Many Indonesian children in Kuala Lumpur face significant educational challenges due to language barriers that hinder their ability to participate effectively in an English-medium educational environment. This issue is particularly prevalent in Kuala Lumpur, where many mixed-race children live among foreign communities and encounter difficulties in accessing quality language education. Objective: This study aimed to explore the impact of an English language education program at SB Sentul on improving language proficiency and reducing language barriers among Indonesian children. Method: This study employed a qualitative observational approach to assess the effectiveness of the English language education program for Indonesian children aged 5 to 11 years. Data were collected over one month through interviews and observations, focusing on participants’ experiences and perceptions. The study involved 30 children with limited English proficiency who were recruited from a local school. Result: Initial assessments indicated that many children experienced difficulties in understanding English instructions and participating in classroom discussions, which led to feelings of isolation. However, the program’s interactive learning methods, including games and group activities, contributed to increased confidence, participation, and engagement among the participants. Conclusion: The English language education program at SB Sentul significantly improved students’ language skills and learning motivation. Continuous efforts are required to further optimize the program and ensure that it addresses the diverse needs of Indonesian children in Malaysia. Keywords: English language education, Indonesian children, language barriers, qualitative research ________________________________________________________________ Abstrak Latar belakang: Banyak anak-anak Indonesia di Kuala Lumpur menghadapi tantangan pendidikan yang signifikan karena hambatan bahasa yang menghalangi kemampuan mereka untuk berpartisipasi secara efektif dalam lingkungan pendidikan berbahasa Inggris. Masalah ini sangat umum terjadi di Kuala Lumpur, di mana banyak anak-anak ras campuran tinggal di antara komunitas asing dan mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan bahasa yang berkualitas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak program pendidikan bahasa Inggris di SD Sentul terhadap peningkatan kemampuan berbahasa dan pengurangan hambatan bahasa di kalangan anak-anak Indonesia. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan observasi kualitatif untuk menilai efektivitas program pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak Indonesia berusia 5 hingga 11 tahun. Data dikumpulkan selama satu bulan melalui wawancara dan observasi, dengan fokus pada pengalaman dan persepsi peserta. Studi ini melibatkan 30 anak dengan kemampuan berbahasa Inggris terbatas yang direkrut dari sebuah sekolah lokal. Hasil: Penilaian awal menunjukkan bahwa banyak anak mengalami kesulitan dalam memahami instruksi berbahasa Inggris dan berpartisipasi dalam diskusi kelas, yang menyebabkan perasaan terisolasi. Namun, metode pembelajaran interaktif program, termasuk permainan dan kegiatan kelompok, berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, partisipasi, dan keterlibatan di antara para peserta. Kesimpulan: Program pendidikan bahasa Inggris di SB Sentul secara signifikan meningkatkan kemampuan berbahasa dan motivasi belajar siswa. Upaya berkelanjutan diperlukan untuk lebih mengoptimalkan program dan memastikan bahwa program tersebut memenuhi beragam kebutuhan anak-anak Indonesia di Malaysia. Kata kunci: pendidikan bahasa Inggris, anak Indonesia, hambatan bahasa, penelitian kualitatif