Pengelolaan dan pemantauan kebersihan lingkungan di tingkat kelurahan sering kali terkendala oleh mekanisme pelaporan konvensional dan keterbatasan armada pengangkut, sebagaimana terjadi di Kelurahan Keranggan pascapenutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang yang memicu penumpukan sampah liar dan praktik pembakaran sampah terbuka yang melanggar regulasi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring kebersihan lingkungan dan sampah berbasis website dengan mengintegrasikan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) sebagai Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan prioritas evakuasi sampah secara objektif. Sistem ini memfasilitasi partisipasi warga dalam melaporkan titik timbulan sampah secara geospasial berbasis peta interaktif dengan unggahan bukti foto fisik, serta memproses perangkingan kedaruratan berdasarkan empat kriteria terukur: volume tumpukan (C1), lama penumpukan (C2), dampak lingkungan/aroma bau (C3), dan lokasi fasilitas publik (C4). Metode perancangan sistem mengadopsi model Waterfall, sedangkan evaluasi kelayakan sistem dilakukan melalui pengujian Black Box Testing. Hasil penelitian membuktikan bahwa seluruh fungsionalitas sistem berjalan 100% valid sesuai rancangan tanpa kegagalan sistem. Implementasi algoritma SMART berhasil mengurutkan prioritas titik evakuasi sampah secara presisi dengan tingkat akurasi komputasi sebesar 100% terhadap kalkulasi manual matematis, di mana titik Gang Kh. Rais (skor 100,00) teridentifikasi sebagai Prioritas Utama, Gang Karpus 78 (skor 63,33) sebagai Prioritas Sedang, dan Jl. Keranggan 2 (skor 35,00) sebagai Prioritas Rendah. Sistem ini berhasil mentransformasi mekanisme pengawasan manual menjadi infrastruktur digital yang transparan, akuntabel, dan adaptif dalam mendukung pengambilan kebijakan sanitasi wilayah.