Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Pengelolaan Kurikulum Inklusif di SDN Ciawi 03 Syahara Putri Kholifah; Yasinta Rahma; Mustika Assa Nurani Hakiki; Suci Fatimah; Sobrul Laeli
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i3.1931

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan menjamin hak belajar seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam satuan pendidikan reguler yang ramah dan adil. Salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah dasar adalah pengelolaan kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pengelolaan kurikulum inklusif di SDN Ciawi 03 sebagai sekolah dasar percontohan inklusif di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, dengan kepala sekolah sebagai partisipan utama. Data dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan kurikulum nasional yang dikelola secara fleksibel melalui diferensiasi pembelajaran, modifikasi materi dan penilaian, serta penekanan pada perkembangan kemandirian dan kemampuan sosial peserta didik. Inovasi pengelolaan kurikulum inklusif tampak pada pengembangan kompetensi guru secara mandiri, penyesuaian perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta penerapan penilaian deskriptif. Meskipun demikian, keterbatasan sarana prasarana dan belum tersedianya Guru Pendamping Khusus menjadi tantangan dalam implementasi kurikulum inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kurikulum inklusif di SDN Ciawi 03 telah berjalan secara adaptif dan inovatif, namun masih memerlukan penguatan dukungan sistemik agar berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dukungan sistemik, terutama dalam penyediaan Guru Pendamping Khusus, pengembangan sarana prasarana ramah inklusi, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru agar pengelolaan kurikulum inklusif dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan.