Supriyadi, Drs.
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perbedaan Kepuasan Kerja Karyawan Hotel yang Dipimpin oleh Pemimpin Ekspatriat dan Pemimpin Lokal Sikiani, Ni Komang Dewi; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.499 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p02

Abstract

Dengan adanya globalisasi, menghadirkan suatu fenomena yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu tujuan MEA adalah meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, khususnya ASEAN (Susilo, 2010). Hal ini menunjukkan mudahnya akses pekerja asing atau ekspatriat yang hendak bekerja di Indonesia, ataupun sebaliknya. Bali menduduki posisi lima teratas yang memiliki jumlah ekspatriat terbanyak di Indonesia. Sektor pariwisata di Bali juga mengalami peningkatan serta jumlah pemimpin ekspatriat pada hotel di Bali yang meningkat. Dengan adanya pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal, tentunya kepuasan kerja karyawan pada hotel akan beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja karyawan hotel yang dipimpin pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Subjek penelitian ini diambil dengan metode simple random sampling hingga mendapatkan 72 sampel dari dua hotel bintang empat yaitu Hotel Mercure Bali Nusa Dua dan Hotel Mercure Bali Legian. Metode pengambilan data menggunakan skala kepuasan kerja dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,970). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan signifikansi (2-tailed) 0,311 yang artinya tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja karyawan yang dipimpin oleh pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Pemimpin Lokal, Pemimpin Ekspatriat
Hubungan Fanatisme Kelompok dengan Perilaku Agresi pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan Manuaba, Ida Bagus Raden Raditya; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.665 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p16

Abstract

Organisasi masyarakat merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan memiliki tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Fanatisme digambarkan sebagai suatu kepatuhan penuh gairah tanpa syarat, antusiasme yang berlebihan terhadap suatu hal tertentu, keras kepala, tanpa pandang bulu atau menggunakan cara-cara dengan kekerasan, fanatisme juga ditandai dengan adanya pemikiran dogmatis, tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan dan keinginan untuk memaksakan pandangan secara sepihak, rasa harga diri meningkat dan merasa berkuasa, sehingga mendorong terjadinya perilaku agresi. Banyak organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Bali dengan berbagai latar belakang pemikiran yang berbeda-beda. Fakta di lapangan sering menimbulkan berbagai macam gesekan. Akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan di Bali sehingga menimbulkan keresahan-keresahan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme kelompok dengan perilaku agresi. Dalam penelitian ini tidak menggunakan seluruh anggota populasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali Koordinator lapangan Alas Kedaton yang berusia 18 hingga 55 tahun serta minimal sudah menjadi anggota selama satu tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Reliabilitas skala fanatisme kelompok adalah 0.839 dan reliabilitas skala perilaku agresi adalah 0.917. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, kerena dari uji Kolmogorov-Smirnov sebaran data tidak menunnjukkan distribusi normal. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini adalah 0,356 p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara fanatisme kelompok dengan perilaku agresi pada anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali koordinator lapangan Alas Kedaton. Kata kunci: Fanatisme kelompok, Perilaku agresi, Anggota organisasi kemasyarakatan
Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediator Widianta, I Gusti Ngurah Dwiputra; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.008 KB)

Abstract

Kinerja extra-role merupakan perilaku sukarela dari seorang pekerja untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar tanggung jawab atau kewajibannya demi kemajuan atau keuntungan organisasinya. Kinerja maksimal merupakan tuntutan suatu organisasi yang tidak hanya ditunjukan oleh perilaku in-role tapi juga extra-role atau yang disebut juga sebagai Organizational Citizhenship Behavior (OCB) atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO). PKO akan bisa muncul dikarenakan berbagai faktor, namun dalam penelitian ini peneliti memilih kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi sebagai faktor dominan yang mempengaruhi munculnya PKO. Peneliti menduga hubungan tersebut akan semakin kuat ketika hubungan kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi di jembatani oleh komitmen organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan 100 responden yang seluruhnya terdiri dari karyawan swasta. Proses analisis jalur dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan mencari hubungan kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi terhadap PKO. Selanjunya, pada tahap kedua dilakukan dengan mencari hubungan iklim organisasi, komitmen organisasi terhadap PKO. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan melalui analisis regresi dengan variabel mediasi menggunakan analisis jalur, menunjukan nilai t hitung = 0,808 yang lebih kecil dari t tabel dan koefisien mediasi 0,182 tidak signifikan yang berarti komitmen organisasi tidak memediasi hubungan kepemimpinan transformasional terhadap PKO. Hal serupa juga ditunjukan oleh hasil analisis jalur yang dilakukan terhadap iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap PKO, dimana nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,352 menunjukan tidak adanya signifikansi hubungan di antara ketiga variabel iklim organisasi, komitmen organisasi juga PKO, sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi tidak memdiasi hubungan iklim organisasi terhadap PKO. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, Perilaku Kewargaan Organisasi, Komitmen Organisasi.
Hubungan Persepsi terhadap Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja yang Dimoderasi Motivasi Kerja pada Wiraniaga Ramayana Department Store Denpasar Winawan, Ivan Prasetya; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.527 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p09

Abstract

Kepuasan kerja karyawan merupakan perkiraan individu terhadap pekerjaan atau pengalaman positif pada diri individu. Perkiraan tersebut adalah hasil persepsi. Penting untuk menimbulkan persepsi yang positif dalam situasi yang terjadi di perusahaan terhadap karyawannya. Salah satu yang menjadi perhatian dalam upaya menciptakan persepsi yang baik pada karyawan adalah lingkungan kerja. Adanya lingkungan kerja yang buruk, akan menimbulkan persepsi buruk pada karyawan sehingga mereka akan merasa stress dan tidak nyaman saat bekerja, sehingga akan memengaruhi motivasi kerja pada karyawan. Hal tersebut akan berakibat negatif pada kredibilitas perusahaan. Ramayana adalah salah satunya, karena konsumen biasanya memandang kualitas perusahaan retail pada pelayanan oleh wiraniaganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja wiraniaga Ramayana Department Store yang dimoderasi oleh motivasi kerja. Jumlah subjek pada penelitian ini berjumlah 46 orang dengan kriteria laki – laki dan perempuan yang bekerja sebagai wiraniaga dengan pengalaman kerja dalam ruangan selama minimal satu tahun di salah satu perusahaan retail di Denpasar yaitu Ramayana. Metode sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Hasil data penelitian dianalisa dengan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 20 for windows. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa motivasi kerja merupakan variabel moderator semu yang berinteraksi dengan persepsi terhadap lingkungan kerja sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut dibuktikan melalui koefisien probabilitas yang tidak siginifikan pada uji signifikansi parameter individualnya, namun didapatkan koefisien yang signifikan pada uji signifikansi simultan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja, Wiraniaga
Perbedaan Agresivitas Remaja yang Mengikuti Olahraga Beladiri Pencak Silat dan yang tidak mengikuti Olahrga Beladiri Pencak Silat ditinjau dari Efikasi Diri di Denpasar Mahayana, I Nyoman Gede Dyatmanu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.528 KB)

Abstract

Pada masa remaja individu banyak mengalami perubahan secara kognitif, sosio-emosional dan hormonal sehingga memengaruhi perilaku individu. Salah satu fenomena yang patut diberikan perhatian adalah perilaku agresif dikalangan remaja. Agresivitas dapat berbentuk verbal atau nonverbal. Bentuk-bentuk agresivitas nonverbal terdapat dalam teknik beladiri dalam olahraga beladiri Pencak Silat, dan juga untuk menekan dan menyalurkan rasa frustrasi agar tidak menjadi sumber agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan agresivitas remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat ditinjau dari efikasi diri. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik stratified sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 remaja di Denpasar yang terdiri dari 95 remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan 131 remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala agresivitas dan skala efikasi diri. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan efikasi diri remaja memberikan kontribusi terhadap dorongan agresivitas pada diri remaja. Kata Kunci :Agresivitas, Efikasi Diri, Keikutsertaan dalam Olahraga Beladiri Pencak Silat, Remaja
HUBUNGAN FANATISME DAN KONFORMITAS TERHADAP AGRESIVITAS VERBAL ANGGOTA KOMUNITAS SUPORTER SEPAK BOLA DI KOTA DENPASAR Anam, Hendra Choirul; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.11 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p13

Abstract

Fanatisme merupakan perilaku individu yang identik dan mengutamakan tujuan tertentu tanpa melihat dan memperdulikan akibat yang akan timbulkan. Dalam mengekspresikan fanatisme dan kecintaan kepada tim kesayangan, suporter sepak bola melakukannya dengan cara bersama-sama hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya termasuk melakukan perilaku agresivitas verbal di dalam stadion maupun di luar stadion untuk mendukung tim kesayangan saat bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Subjek penelitian ini adalah anggota komunitas suporter sepak bola yang berada di kota Denpasar yang berjumlah 115 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan wawancara untuk pengambilan datanya. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan (R) sebesar 0.323 (F=6.511; p<0,05), yang memiliki arti bahwa fanatisme dan konformitas secara bersama-sama memengaruhi munculnya agresivitas verbal. Koefisien determinasi sebesar 0.104, memiliki arti bahwa sumbangan efektif fanatisme dan konformitas dalam menjelaskan varian agresivitas verbal sebanyak 10,4%, dan dari nilai beta terstandarisasi didapatkan bahwa fanatisme lebih berperan terhadap agresivitas verbal dengan nilai sebesar -2.546 daripada konformitas sebesar -1.040. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang negatif signifikan dari fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Hasil dari kualitatif menunjukkan bahwa: Jenis-jenis nyanyian atau Chant yang dihasilkan dari peniruan suporter luar negeri dan Chant/nyanyian yang dibuat oleh komunitas dari kretivitas sendiri. Faktor-faktor munculnya agresivitas verbal diantaranya adalah rivalitas, tindakan komunitas lain, norma etika budaya timur, sedangkan yang dirasakan adalah dampak positif : mempunyai teman baru, saling bantu satu sama lain atau gotong royong, belajar mengenai bersosialisasi dan sebagai wadah pemersatu serta terciptanya perdamaian. Dampak negatifnya adalah banyaknya waktu yang terbuang. Harapan terkait hubungan dengan komunitas lain adalah sebagai wadah pemersatu dan terciptanya perdamaian. Kata kunci: fanatisme, konformitas, agresivitas verbal komunitas suporter sepak bola.
PERAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP RESILIENSI ORANGTUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI BALI Wulandari, Ni Nyoman Tri Marheni; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.811 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p10

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk menilai, mengatasi, dan meningkatkan diri ataupun mengubah dirinya dari keterpurukan atau kesengsaraan dalam hidup yang membuat seseorang berhasil menyesuaikan diri dalam berhadapan dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Kemampuan resiliensi dipengaruhi oleh keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki dalam menjalani suatu tugas. Di samping itu dorongan dari dalam diri individu untuk menjalani suatu tugas juga dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dari keterpurukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi diri dan motivasi intrinsik terhadap resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bali. Subjek penelitian ini adalah 78 orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada SLB di Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah two stage cluster sampling dalam probability sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala resiliensi, skala efikasi diri dan skala motivasi intrinsik. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi ganda menunjukkan nilai R=0,686 (p<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,471, dengan demikian dapat disebutkan bahwa efikasi diri dan motivasi intrinsik secara bersama-sama berperan sebesar 47,1% dalam menjelaskan varian resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Koefisien beta efikasi diri sebesar 0,340 dan siginifikansi 0,008 (p<0,05) menunjukkan efikasi diri ,berperan terhadap resliensi. Koefisien beta motivasi intrinsik sebesar 0,473 dan signifikansi 0,000(p<0,05) menunjukkan motivasi intrinsik berperan dalam menjelaskan varian resiliensi. Hal ini menunjukkan setiap kenaikan 0,340 pada efikasi diri dan 0,473 pada motivasi intrinsik, terjadi peningkatan 1 poin pada resiliensi orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pada SLB di Bali. Kata Kunci: resiliensi, efikasi diri, motivasi intrinsik, orangtua dengan anak berkebutuhan khusus
PENGARUH YOGA TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD NEGERI DI DENPASAR Wirmayani, Putu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.189 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p20

Abstract

Pendidikan memegang peran yang penting untuk dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya. Ketika belajar di sekolah, konsentrasi belajar menjadi salah satu faktor penentu prestasi belajar anak (Nisa, 2008 & Kintari, 2014). Kemampuan konsentrasi belajar anak pada usia Sekolah Dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana ketika berhadapan dengan system pendidikan yang baik. Menurut Margolis (1990), relaksasi dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Yoga adalah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan da nrelaksasi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pengaruh Yoga terhadap kemampuan konsentrasi belajar anak SD Negeri di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara acak melalui teknik two stages cluster sampling hingga didapat subyek yang berada di kelas IV SD N 1 Padangsambian sebanyak 73 siswa. Tahap penelitian terdiri dari pre-test, perlakuan yoga (untuk kelompok eksperimen), dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner kemampuan konsentrasi belajar yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0.859. Yoga diberikan selama dua kali seminggu selama 8 sesi dengan durasi 1 jam. Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan hasil yang signifikan (t = 2.390; p = 0.011 ? 0.05), yang artinya Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Yoga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri di Denpasar. Kata kunci: Yoga, Kemampuan Konsentrasi Belajar, Siswa SD Negeri