Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan sikap berbahasa di kalangan siswa yang terlihat dari penggunaan bahasa yang kurang sopan, yang dapat memengaruhi pembentukan karakter mereka. Dalam konteks sekolah berbasis pesantren, register metafisika dalam bentuk tuturan religius dapat berfungsi sebagai media untuk pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bentuk dan fungsi register metafisika serta menjelaskan dampaknya dalam pembentukan karakter siswa pada kelas 12 SMK Bahrul Uluum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, pengamatan aktif, dan pengumpulan dokumen dengan melibatkan siswa yang bersedia menjadi narasumber. Untuk analisis data, digunakan model analisis interaktif yang mencakup pengurangan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa istilah metafisika diungkapkan melalui tuturan religius seperti Astagfirullah, Alhamdulillah, Subhanallah, dan MasyaAllah, yang digunakan dalam berbagai situasi komunikasi sehari-hari. Tuturan ini memiliki fungsi personal, regulatif, dan interaksional yang membantu siswa dalam mengelola emosi, menjaga kesopanan berbahasa, serta menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Penggunaan istilah metafisika memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter yang religius, sabar, dan bertanggung jawab pada siswa, dengan dukungan dari lingkungan sekolah berbasis pesantren.