Lukman Hakim
Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Biokomposit Kitosan dan Pati Kacang Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) Sebagai Aplikasi Pembalut Luka dengan Penambahan Asam Tanat Melianda Putri Wulandari; Suryati; Zainuddin Ginting; Sulhatun; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.20679

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati kacang kedelai dengan penambahan crosslinker berupa asam tanat. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif Asam Tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 466,66 %. Pada analisa absorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 666,66 %. Pada analisa ketebalan hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 0,156. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan asam tanat 2% sebesar 13,44 MPa dan 2,08 mm. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O-H, C-H, dan C=O, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, mudah terdegradasi, ramah lingkungan, serta terjadinya ikat silang. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam tanat 6% mampu mengurangi jumlah bakteri menjadi 20 count.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TANAMAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) SEBAGAI PENYERAP ZAT PEWARNA Esty Febrina; Rizka Mulyawan; Lukman Hakim; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Nurmalita Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 3 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.21611

Abstract

Metode adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan baku tanaman purun tikus mengandung kadar karbon yang cukup tinggi mencapai 50,68% efektif meningkatkan kapasitas adsorpsi pada zat pewarna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil persen penyerapan terbaik pada aktivator asam maupun basa dari arang aktif purun tikus sebagai penyerapan zat pewarna Methylene Blue dan Rhodamine B. Prosedur penelitian ini melalui proses preparasi bahan baku, pembuatan arang aktif suhu karbonisasi 300oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi (NaOH dan HNO3) selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, menghitung luas permukaan, analisa gugus fungsi dan uji adsorpsi arang aktif terhadap kapasitas penyerapan dan persen penyerapan pada Methylene blue dan Rhodamine B. Kadar air terbaik sesuai SNI 06 - 3730 -1995 pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 5,0793%. Luas permukaan terbesar didapat pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 368,115 m2/g. Kapasitas dan efisiensi penyerapan Methylene Blue tertinggi pada adsorben NaOH 3% senilai 0,9945 mg/g dan 99,451 %. Sedangkan Rhodamine B tertinggi pada adsorben HNO3 3% senilai 0,9881 mg/g dan 98,810 %. Keseluruhan model adsorpsi mengikuti pola Isotherm Langmuir. Setiap jenis aktivator pada adsorben memiliki karakteristik berbeda sehingga responnya terhadap variasi adsorbat yang diadsorpsi pun berbeda juga.Kata Kunci : Adsorpsi, Aktivasi, Arang aktif, Karbonisasi, dan Purun. 
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI UBI JALAR PUTIH (IPOMOEA BATATAS L.)-ALOE VERA UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA PRIMER Siddik Darmawan; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.22754

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati ubi jalar dengan penambahan crosslinker berupa aloe vera. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif aloe vera pada konsentrasi 10% sebesar 600,00 %. Pada analisa adsorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam sitrat pada konsentrasi 10%  sebesar 950,00 %. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan aloe vera 2% sebesar 4,37 Mpa dan 75,58 % pada kosentrasi 10%. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus O-H, C=C, dan C-O, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, antiinflmasi, antibakteri, ramah lingkungan, serta terjadinya ikat silang. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam sitrat 2% mengurangi jumlah bakteri menjadi 0 count.