Fikri Hasfita
Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Bioetanol dari Air Limbah Cucian Beras Menggunakan Metode Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi Damayanti; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Fikri Hasfita; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23721

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang dibuat dengan fermentasi bahan baku nabati. Penggunaan bioetanol tidak hanya dapat mengurangi tingkat polusi tetapi juga dapat menghemat lebih banyak bahan bakar fosil. Air limbah cucian beras yang mengandung karbohidrat dapat diubah menjadi etanol. Jika dikelola dengan baik, air limbah cucian beras ini dapat menjadi salah satu sumber bahan baku potensial untuk produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi, densitas, dan tingkat bioetanol tertinggi, melihat bagaimana volume enzim glukoamilase meningkatkan kadar glukosa, dan menghitung jumlah bioetanol yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, air cucian beras 300 mililiter digunakan dengan enzim glukoamilase 6 gram, 9 gram, dan 12 gram, serta massa ragi 4 gram dengan waktu fermentasi 2, 4 dan 6 hari. Metode yang digunakan adalah hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kadar glukosa, densitas dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini didapatkan kadar glukosa pada enzim glukoamilase 12 gram sebanyak 22% , densitas terbaik yaitu pada waktu fermentasi 144 jam sebesar 0,7893 %. Dan kadar bioetanol tertinggi dicapai pada lama fermentasi yang sama yaitu 144 jam sebesar 15,7633 %. peningkatan enzim glukoamilase dengan adanya penambahan massa ragi dan durasi fermentasi akan mempercepat proses fermentasi.
Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Durian (Durio Zibethinus) Dengan Menggunakan Pelarut Etil Asetat Syarbaini Ginting; Leni Maulinda; Fikri Hasfita; Zainuddin Ginting; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 2 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23989

Abstract

Permasalahan limbah kulit durian ( Durio zibethinus ) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal mendorong dilakukannya penelitian untuk mengekstraksi kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku potensial dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu distilasi dan rasio bahan terhadap pelarutan terhadap karakteristik minyak atsiri yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks memakai pelarut etil asetat pada suhu tetap 80°C, dengan variasi waktu distilasi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, serta rasio bahan terhadap pelarut 1:8, 1:9, 1:10, 1:11, dan 1:12. Parameter yang dijelaskan meliputi rendemen ( rendemen ), densitas, viskositas, serta identifikasi senyawa kimia menggunakan Fourier Transform Inframerah (FTIR) dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada waktu distilasi 25 menit dan rasio bahan terhadap pelarut 1:12 , menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 8,90% , densitas sebesar 1,03 g/ml , dan viskositas sebesar 4,42 mPa·s. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C–H, dan C=O yang merupakan karakteristik senyawa minyak atsiri. Sementara itu, GC-MS mendeteksi senyawa dominan seperti B e Benzene, 1,2,4-trimethyl- , 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester , dan Hexadecanoic acid, methyl ester yang merupakan turunan senyawa aromatik dan asam lemak ester yang umum ditemukan dalam minyak atsiri dengan potensi aktivitas biologis seperti antibakteri dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, kulit durian memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi minyak atsiri untuk aplikasi industri ramah lingkungan.