Metode pembelajaran Pendidikan jasmani yang monoton dan pasif adalah alasan mengapa tehnik dalam smash bulutangkis siswa sekolah menengah tidak bisa di pahami dan dilakukan dengan baik les siswa. Pembelajaran baru diperlukan untuk mendorong siswa untuk berinteraksi secara kognitif dan berpartisipasi secara aktif.Studi ini bertujuan untuk menentukan seberapa efektif pembelajaran dengan model kooperatif Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan smash bulutangkis siswa sekolah menengah . Penelitian yang dilakukan di siswa SMP 6 Muhammadiyah Surabaya ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Dalam desain ini, tidak terdapat kelompok kontrol; seluruh sampel penelitian (n=20) diberikan perlakuan yang sama berupa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Efektivitas model diukur dengan membandingkan skor keterampilan smash siswa sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. siswa.tes untuk mengetahui keterampilan siswa dilakukan dengan melakukan pukulan sesuai dengan rah atau tempat pukulan yang harus dituju oleh siswaAnalisis data mencakup pengujian hipotesis menggunakan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk (Sig. > 0,05) dan uji T-test sampel yang dibagi. Nilai signifikansi dua sumbu adalah 0,000 (p = 0,05), dan ada korelasi kuat antara variabel (r = 0,936, p = 0,001). Skor pretest meningkat signifikan (M = 37,30) dan posttest meningkat signifikan (M = 58,25). Tes analisis tersebut dilakukan dengan bantuan