Pendahuluan: Kesejahteraan psikologis dan kedekatan ibu–janin merupakan bagian penting pelayanan antenatal, tetapi layanan komunitas masih lebih banyak berfokus pada pemantauan fisik dan obstetri. Bukti mendukung mindfulness dan intervensi kelekatan prenatal, namun model singkat yang selaras budaya dan mengintegrasikan mindfulness, bonding yang diarahkan kepada janin, serta murrotal Al-Qur’an dalam kelas ibu hamil masih terbatas. Tujuan:Program ini dirancang untuk membimbing ibu hamil mempraktikkan mindful bonding berbasis murrotal Al-Qur’an sebagai upaya mendukung kesejahteraan psikologis dan membangun kedekatan dengan janin. Metode: Pendampingan edukatif-partisipatif dengan demonstrasi, latihan terpimpin, dan demonstrasi ulang dilaksanakan bersama Puskesmas Mondokan, bidan, kader, dan 21 ibu hamil Desa Jekani pada 23 Juli 2026. Peserta mengisi Prenatal Attachment Inventory (PAI) 21 item, menerima edukasi kesehatan mental perinatal, menyaksikan video panduan, serta mempraktikkan napas sadar, kesadaran tubuh dan janin secara nonmenghakimi, komunikasi penuh kasih, doa, dan murrotal Al-Qur’an. Hasil: Rerata usia peserta 27,71±5,61 tahun dan usia kehamilan 23,95±11,07 minggu. Skor PAI 36–76 (rerata 57,57±9,36; median 59menunjukkan kebutuhan awal bonding yang heterogen. Peserta teramati mampu mengikuti dan mengulang urutan inti praktik, sedangkan video tersedia untuk pengulangan mandiri di rumah. Simpulan: Pendampingan dapat dilaksanakan secara singkat, partisipatif, dan kontekstual pada kelas ibu hamil. Pelaksanaan selanjutnya perlu mempertahankan pilihan dan kenyamanan peserta, memberi ruang bagi proses kedekatan bertahap, dan memastikan rujukan profesional bila ditemukan distress berat atau gangguan fungsi