NPM. A2021141033, RIDO PUTRA, SH
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM OLEH KEPOLISIAN PERAIRAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERIKANAN YANG MENGGUNAKAN PUKAT HARIMAU (TRAWL) KHUSUS KAPAL DIBAWAH 5 GT (GROSS TON) BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NOMOR 45 TAHUN 2009 TENTANG PERIKANAN DI WILAYAH KABUPATEN MEMPAWAH NPM. A2021141033, RIDO PUTRA, SH
Jurnal NESTOR Magister Hukum Vol 4, No 4 (2018): JURNAL MAHASISWA S2 HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal NESTOR Magister Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia yang berada pada posisi diapit oleh dua samudera menyebabkan daerah lautan atau perairan di Indonesia memiliki aneka sumber daya alam yang berlimpah, salah satu di antaranya adalah “ikan” yang sangat berlimpah pula serta beraneka jenisnya. Meski telah dikeluarkannya larangan pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, tentang penangkapan ikan dengan menggunakan pukat trawl (pukat harimau) namun hingga saat ini masih banyak terdapat sebagian nelayan yang menggunakannya. Ironisnya aktivitas nelayan pukat trawl di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat seakan lepas dari pantauan para petugas yang berwenang dalam mengawasi peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, tak ayal membuat nelayan mengambil tindakan sendiri dengan mengamankan dua kapal pukat trawl yang sedang beroperasi di perairan kuala Mempawah.  Bertitik tolak dari uraian latar belakang tersebut, masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimana Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Perairan Terhadap Tindak Pidana Perikanan Yang Menggunakan Pukat Harimau (Trawl) Khusus Kapal Dibawah 5 Gt (Gross Ton) Berdasarkan Undang -Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan Di Wilayah Kabupaten Mempawah? Mengapa Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Perairan Terhadap Tindak Pidana Perikanan Yang Menggunakan Pukat Harimau (Trawl) Khusus Kapal Dibawah 5 Gt (Gross Ton) Berdasarkan Undang -Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan Di Wilayah Kabupaten Mempawah belum efektif? Dan Bagaimana penegakan hukum yang efektif oleh kepolisian perairan terhadap tindak pidana Perikanan Yang Menggunakan Pukat Harimau (Trawl) Khusus Kapal Dibawah 5 Gt (Gross Ton) Berdasarkan Undang -Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan Di Wilayah Kabupaten Mempawah? Pelaksanaan penegakan hukum terhadap tindak pidana penggunaan pukat harimau dilakukan dengan cara prefentif dan represif,. Adapun hambatan dalam pelaksanaan penegakan hukum terhadap tindak pidana perikanan yaitu Faktor hukum itu sendiri dimana Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Perairan Terhadap Tindak Pidana Perikanan Yang Menggunakan Pukat Harimau (Trawl) Khusus Kapal Dibawah 5 Gt (Gross Ton) diantaranya adanya Inpres No.15 tahun 2011 tentang perlindungan nelayan yang menyatakan bahwa nelayan penangkap ikan yang belum mengetahui ketentuan pelarangan yang berlaku dapat dilakukan pembinaan untuk mengganti alat tangkap ikan yang digunakan dengan alat tangkap yang tidak dilarang dan faktor masyarakat. Adapun upaya diantaranya Membenahi dan memberdayakan sarana dan prasarana yang tersedia dan Menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat nelayan Kata Kunci : Trawl, Nelayan dan Direktorat Polisi Perairan Kalbar  ABSTRACTIndonesia, which is in a position flanked by two oceans, causes the area of the sea or waters in Indonesia to have an abundance of abundant natural resources, one of which is "fish" which is very abundant as well as various species. Although the government has issued a ban through the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia, about fishing using trawl trawlers (trawlers) but until now there are still many fishermen who use it. Ironically, fishermen trawling trawlers in Mempawah District, West Kalimantan seem to be separated from the monitoring of officials authorized to supervise regulations issued by the government, no doubt making fishermen take their own actions by securing two trawl trawlers operating in kuala Mempawah waters. Starting from the description of the background, the problems to be discussed in this study are as follows: How Law Enforcement by Aquatic Police Against Fisheries Crime Using Trawls Special for Ships Below 5 Gt (Gross Ton) Based on Law Number 45 of 2009 concerning Fisheries in the District of Mempawah? Why Law Enforcement by Aquatic Police Against Crime of Trawlers Using Trawls Special for Ships Below 5 Gt (Gross Ton) Based on Law Number 45 of 2009 concerning Fisheries in the District of Mempawah not yet effective? And how is effective law enforcement by the water police against criminal acts of fishing using trawls specifically for vessels under 5 Gt (gross tonnes) based on Law Number 45 of 2009 concerning Fisheries in Mempawah District? The implementation of law enforcement on crimes using tiger trawlers is carried out in a preventive and repressive manner. The obstacles in the implementation of law enforcement against fisheries crimes are the law itself where Law Enforcement by the Aquatic Police Against Crime of Trawlers Specifically for Ships Below 5 Gt (Gross Ton) including the Presidential Instruction No.15 of 2011 concerning protection of fishermen stating that fishing fishers who do not yet know the applicable prohibition provisions can be trained to replace fishing gear used with fishing gear that is not prohibited and community factors. The efforts include fixing and empowering the available facilities and infrastructure and establishing good cooperation with fishing communities Keywords: Trawl, Fishermen and the West Kalimantan Police Directorate of Water