Intsya Bhiyuga Digjoyo
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS PETANI DESA TAWANGARGO MELALUI TEKNOLOGI PERBANYAKAN TRICHODERMA SP. UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Intsya Bhiyuga Digjoyo; Mohammad Labib Assyaddad; Nur Izzatul Maulidah; Ganjar Adhywirawan Sutarjo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.4132-4142

Abstract

Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, memiliki aktivitas pertanian hortikultura dan potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu teknologi yang berpotensi diterapkan adalah pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai agen hayati untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan tanaman. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut di tingkat petani memerlukan penguatan pengetahuan dan pengalaman praktik mengenai teknik perbanyakan Trichoderma sp. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema PPK Ormawa ini bertujuan memperkuat kapasitas petani Desa Tawangargo dalam memahami manfaat dan teknologi dasar perbanyakan Trichoderma sp. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Balai Desa Tawangargo dengan melibatkan 20 peserta dari kelompok tani Amertani Dusun Ngudi dan perwakilan kelompok tani Desa Tawangargo. Metode kegiatan meliputi persiapan, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan post-test. Praktik perbanyakan menggunakan media beras–jagung serta media ekstrak kentang–gula dengan bantuan fermentor. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 11 pada pre-test menjadi 96 pada post-test, atau meningkat sebesar 85 poin. Nilai minimum meningkat dari 0 menjadi 80, sedangkan nilai maksimum meningkat dari 20 menjadi 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam memperkuat pemahaman peserta mengenai manfaat, media perbanyakan, serta sterilisasi alat dan media Trichoderma sp. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik dan menjadi langkah awal dalam mendukung penerapan agen hayati secara berkelanjutan di Desa Tawangargo