Peningkatan risiko Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) dan tata kelola obat rumah tangga yang kurang tepat merupakan tantangan utama kesehatan masyarakat di negara berkembang. Penggunaan antibiotik yang keliru untuk infeksi virus serta pembuangan obat sisa atau kedaluwarsa secara sembarangan berkontribusi nyata terhadap pencemaran lingkungan dan penyebaran resistensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi masyarakat mengenai pengelolaan obat rasional (DAGUSIBU: Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan penggunaan antibiotik secara bijak pada kelompok kader dan ibu rumah tangga di Posyandu Kampung Babakan, Desa Kersamenak, Kabupaten Garut. Intervensi dilakukan menggunakan pendekatan edukatif interaktif yang menggabungkan ceramah tatap muka, media visual (buku saku dan leaflet), serta demonstrasi fisik pemusnahan limbah obat. Efektivitas program dievaluasi menggunakan rancangan one-group pre-test and post-test pada 35 peserta. Hasil pengukuran baseline menunjukkan rerata skor pengetahuan awal sebesar 61,71 ± 3,38, yang mengindikasikan pemahaman masyarakat masih terbatas. Pasca-intervensi, rerata skor pengetahuan peserta meningkat secara signifikan menjadi 100,00 ± 0,00 (peningkatan sebesar +38,29 poin, p < 0,001 berdasarkan Uji Wilcoxon Signed-Rank). Edukasi interaktif berbasis media visual terbukti sangat efektif mengeliminasi kesenjangan pengetahuan terkait penggunaan obat rasional. Penguatan literasi di tingkat komunitas melalui pemberdayaan kader lokal merupakan strategi krusial dalam mengendalikan risiko resistensi antibiotik dan menjaga kesehatan lingkungan.