Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intervensi Masalah Kesehatan Program SILUSI (Siluman Lenyapkan Hipertensi) di Lingkungan Siluman Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Tahun 2026 Yusita Nurjanah; Indriani; Stevfany Dwi Lesmana; Amaliya Nurma Latifah; Diska Maoli Nurmala; Elsa Rosyana Nursyabila; Ilham Imam Baili; Darwin Safiu
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 6 (2026): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i6.13233

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang serius dengan angka kejadian tinggi di Kota Banjar. Berdasarkan diagnosis komunitas di Lingkungan Siluman, ditemukan 64 warga menderita hipertensi, dengan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam sebagai akar masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan mengevaluasi implementasi program SILUSI (Siluman Lenyapkan Hipertensi) dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta penerapan perilaku hidup sehat sebagai langkah deteksi dini dan pengendalian hipertensi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan sampel sebanyak 48 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis masalah menggunakan diagram Fishbone dan matriks USG, sedangkan strategi intervensi dirumuskan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang berfokus pada edukasi pembatasan natrium harian menggunakan alat bantu sendok takar garam, serta demonstrasi pembuatan minuman dan hotpack jahe merah sebagai terapi komplementer, berjalan efektif. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai 87,50%, yang menunjukkan akseptabilitas tinggi terhadap program intervensi berbasis pemberdayaan lokal ini. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya modifikasi perilaku harian melalui alat bantu sederhana yang didukung oleh pemberdayaan kader lokal. Pemantauan tekanan darah secara berkala oleh tenaga kesehatan dan kader sangat disarankan untuk menjaga keberlanjutan program.
Hubungan Penggunaan APD dan Lama Kerja dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Hanger di Kersanagara Kota Tasikmalaya Amaliya Nurma Latifah; Najwa Septi Adwitiya; Tyara Pratama Yuniar; Annora Yaspisa Lie; Hasna Haifa Aminudin; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7447

Abstract

Perkembangan sektor industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja akibat paparan debu dan partikel berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lama kerja dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik hanger. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pekerja pabrik hanger berjumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 77,42% pekerja mengalami keluhan pernapasan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara masa kerja (p=0,413), jam kerja (p=1,000), penggunaan masker (p=0,187), dan jenis masker (p=0,156) dengan keluhan pernapasan. Keluhan tertinggi ditemukan pada pekerja yang tidak pernah menggunakan masker (100%). Disimpulkan bahwa keluhan pernapasan dipengaruhi tidak hanya oleh penggunaan APD dan lama kerja, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi ventilasi dan cara pemakaian masker yang tidak tepat. Penguatan program K3 dan edukasi penggunaan APD yang benar sangat direkomendasikan.