Abstrak SDN 016 Samarinda Ulu merupakan sekolah yang telah memperoleh penghargaan Adiwiyata, tetapi implementasi pengelolaan lingkungan masih menghadapi kendala, terutama dalam pemilahan dan pengolahan sampah serta konservasi tanah. Hasil observasi dan diskusi awal menunjukkan bahwa sampah organik dan anorganik belum terpilah secara optimal, pemanfaatan sampah organik dan anorganik masih terbatas, serta keterampilan warga sekolah dalam pembuatan kompos dan lubang resapan biopori perlu diperkuat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah dan konservasi tanah berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna memperkuat implementasi Program Adiwiyata. Mitra sasaran kegiatan adalah SDN 016 Samarinda Ulu dengan melibatkan 20 guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik, serta pembuatan lubang resapan biopori. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan menggunakan desain satu kelompok dengan pretest dan posttest (one-group pretest-posttest design). Instrumen terdiri atas 15 butir soal yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor 10,80 atau 72,00%. Sementara itu, hasil posttest menunjukkan rata-rata skor 12,70 atau 84,67%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan teknik pemilahan dan pengolahan sampah serta pembuatan biopori. Kegiatan ini memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah sebagai modal untuk menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kata kunci: adiwiyata; pengelolaan sampah; konservasi tanah; STEM; sekolah dasar. AbstractSDN 016 Samarinda Ulu is an elementary school that has received an Adiwiyata award, however the implementation of environmental management practices still faces challenges, particularly in waste sorting and processing and soil conservation. Initial observations and discussions indicated that organic and inorganic waste were not optimally separated, the utilization of organic and inorganic waste remained limited, and the school community's skills in composting and constructing biopore infiltration holes needed to be strengthened. This Community Service Program aimed to improve the knowledge and skills of the school community in waste management and soil conservation based on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) to strengthen the implementation of the Adiwiyata Program. The target partner was SDN 016 Samarinda Ulu, involving 20 teachers and educational staff. The program was implemented through education, hands-on practice, mentoring, and evaluation. The activities covered organic and inorganic waste sorting, organic waste processing into compost, utilization of inorganic waste, and construction of biopore infiltration holes. Participant knowledge was evaluated using one-group pretest-posttest design. The instrument consisted of 15 questions administered before and after the activity to assess changes in participants' knowledge. The pretest results showed an average score of 10.80 (72.00%), while the posttest results showed an average score of 12.70 (84.67%). The activities provided participants with direct experience in applying waste sorting and processing techniques and constructing biopore infiltration holes. The program strengthened the school community's knowledge and skills as a foundation for implementing more structured and sustainable environmental management practices. Keywords: adiwiyata; waste management; soil conservation; STEM; elementary school.