Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Pencatatan Keuangan Harian Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Pada UMKM Sektor Sembako: Studi Kasus di Kota Tanjung Balai Karimun Selina; Devi Maya Sofa
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i2.2298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi pencatatan keuangan harian yang dilakukan secara manual oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor sembako Kota Tanjung Balai Karimun, menganalisis proses penerapannya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengukur perannya sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Lemahnya budaya pencatatan keuangan di kalangan pelaku UMKM menjadi latar belakang utama penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap tujuh pelaku UMKM sembako di Kota Tanjung Balai Karimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan pencatatan keuangan harian, seluruh informan tidak memiliki catatan keuangan yang memadai dan tidak mampu memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi. Setelah diterapkannya pencatatan keuangan harian secara manual menggunakan buku kas sederhana, pelaku usaha mulai mampu memantau arus kas harian, mengetahui posisi stok barang, dan mengambil keputusan restock serta penetapan harga secara lebih terukur. Kendala utama yang ditemukan meliputi rendahnya disiplin mencatat, keterbatasan pemahaman konsep keuangan dasar, dan beban ganda antara operasional usaha dan pencatatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencatatan keuangan harian manual, apabila diterapkan secara konsisten dengan pendampingan berkelanjutan, dapat menjadi fondasi strategis bagi UMKM sembako dalam mengelola usaha secara lebih terencana dan berkelanjutan. This study aims to examine the condition of daily financial recording carried out manually by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the staple food sector in Tanjung Balai Karimun City, analyze the implementation process, identify the obstacles faced, and measure its role as a basis for business decision-making. The weak culture of financial recording among MSMEs is the main background of this study. The study used a descriptive qualitative approach, employing in-depth interviews, field observations, and documentation of seven staple-food MSMEs in Tanjung Balai Karimun City. The results showed that before the implementation of daily financial recording, all informants did not have adequate financial records and were unable to separate business finances from personal finances. After implementing daily manual financial recording using a simple cash book, business owners were able to monitor daily cash flow, track inventory levels, and make restock and pricing decisions more measured. The main obstacles found included low discipline in recording, limited understanding of basic financial concepts, and the dual burden of business operations and recording. This study concluded that manual daily financial recording, if implemented consistently with ongoing mentoring, can become a strategic foundation for staple food MSMEs in managing their businesses in a more planned and sustainable manner.