Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membentuk Pemikiran Lintas Sektoral Santoso, Joko Priyono
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.416 KB)

Abstract

Abstrak Penduduk Indonesia dengan pluralismenya dan ditandai dengan keragaman budaya adalah modal sosial, lingkungan Indonesia yang produktif adalah modal investasi, semangat juang Indonesia adalah mesin produksi, secara komulatif akan menjadi modal karakter dalam membentuk daya saing yang tinggi. Menyadarkan bahwa kesentralan pada satu potensi tidak akan mampu memiliki peluang yang tinggi, kolaborasi menjadi tumpuan penting dalam mencapai tujuan karena melalui kolaborasi akan mampu menutup setiap lini yang rawan sehingga menghasilkan pola pemikiran yang lebih holistik. Peran manajemen  menjadi penting disaat kolaborasi ini dipentaskan. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi pada masyarakat agar menjadi komunitas-komunitas unggulan menuju masyarakat unggulan. Pada akhirnya keunggulan keunggulan tersebut menjadi varian yang secara kelompok memiliki daya saing apalagi dalam bentuk organisasi masyarakat, akan semakin kokoh dalam bersaing. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi bisa berada diseluruh sendi kehidupan, mulai dari pendidikan, organisasi baik sosial formal maupun non formal dan lain-lain. Pada akhirnya setiap masyarakat memiliki kemampuan mandiri secara proporsional, bersinergi baik dalam skala lokal, regional dan nasional dan kompetitif secara internasional. Kata kunci: kolaborasi, kompetisi, unggul Abstract Indonesia with a population characterized by pluralism has been signed by cultural diversity is social capital, Indonesia's environment productiveness is an investment of capital, the fighting spirit of Indonesia is a production machine, the cumulative capital will be a character in the form of high competitiveness. Aware that one potential ego centris will not be able to have a high chance, collaboration becomes an important cornerstone in achieving the goal because it is through the collaboration will be able to shut down any line are prone to produce a more holistic pattern of thought. Management role becomes important when collaboration is staged. Structuring awareness and to make aware of structure of collaboration in the community to be superior communities to the society of the seed. In the end it became an advantage edge variant of the group has a competitive edge, especially in the form of community organization, will be increasingly strong in the competition. Structuring awareness and to make aware structure of colaborations can be exist or awaken got through the element (segment) collaboration of life, starting from education, social organization in both formal and non formal and others. In the end, each community has the ability to self-proportionately, together both on a local, regional, and national and internationally competitive.
Membentuk Pemikiran Lintas Sektoral Santoso, Joko Priyono
Prosiding Seminas Vol 1, No 2 (2012): Seminas Competitive Advantage II
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penduduk Indonesia dengan pluralismenya dan ditandai dengan keragaman budaya adalah modal sosial, lingkungan Indonesia yang produktif adalah modal investasi, semangat juang Indonesia adalah mesin produksi, secara komulatif akan menjadi modal karakter dalam membentuk daya saing yang tinggi. Menyadarkan bahwa kesentralan pada satu potensi tidak akan mampu memiliki peluang yang tinggi, kolaborasi menjadi tumpuan penting dalam mencapai tujuan karena melalui kolaborasi akan mampu menutup setiap lini yang rawan sehingga menghasilkan pola pemikiran yang lebih holistik. Peran manajemen  menjadi penting disaat kolaborasi ini dipentaskan. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi pada masyarakat agar menjadi komunitas-komunitas unggulan menuju masyarakat unggulan. Pada akhirnya keunggulan keunggulan tersebut menjadi varian yang secara kelompok memiliki daya saing apalagi dalam bentuk organisasi masyarakat, akan semakin kokoh dalam bersaing. Menstrukturkan kesadaran dan menyadarkan struktur kolaborasi bisa berada diseluruh sendi kehidupan, mulai dari pendidikan, organisasi baik sosial formal maupun non formal dan lain-lain. Pada akhirnya setiap masyarakat memiliki kemampuan mandiri secara proporsional, bersinergi baik dalam skala lokal, regional dan nasional dan kompetitif secara internasional. Kata kunci: kolaborasi, kompetisi, unggul Abstract Indonesia with a population characterized by pluralism has been signed by cultural diversity is social capital, Indonesia's environment productiveness is an investment of capital, the fighting spirit of Indonesia is a production machine, the cumulative capital will be a character in the form of high competitiveness. Aware that one potential ego centris will not be able to have a high chance, collaboration becomes an important cornerstone in achieving the goal because it is through the collaboration will be able to shut down any line are prone to produce a more holistic pattern of thought. Management role becomes important when collaboration is staged. Structuring awareness and to make aware of structure of collaboration in the community to be superior communities to the society of the seed. In the end it became an advantage edge variant of the group has a competitive edge, especially in the form of community organization, will be increasingly strong in the competition. Structuring awareness and to make aware structure of colaborations can be exist or awaken got through the element (segment) collaboration of life, starting from education, social organization in both formal and non formal and others. In the end, each community has the ability to self-proportionately, together both on a local, regional, and national and internationally competitive.
RENEWAL: STADION TERBENGKALAI KAMAL MUARA DENGAN PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR REGENERATIF Limantana, Adhitya; Santoso, Joko Priyono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35549

Abstract

Kamal Muara Stadium, which has been a center for sports and social activities since 1980, is now neglected due to physical damage and recurring tidal flooding. This condition hinders the growth of local soccer and eliminates interaction spaces for the community. Regenerating the stadium is important to revive the socio-ecological function of the area and encourage inclusive and sustainable community development. This study employs qualitative methods through field observations, interviews, documentation, and literature reviews. Using a regenerative architecture approach, the research addresses the impacts of tidal flooding that have degraded the stadium’s functions. The design focuses on tidal flood mitigation through ecology-based water retention and control systems, while restoring the stadium’s social role. The steps taken include analyzing existing conditions, mapping problems and potentials, case studies, and community participation. The expected outcome is the regeneration of the stadium's functions and capacity into a multifunctional public space capable of restoring the coastal ecosystem, absorbing tidal floodwater, and providing an inclusive and resilient green space against tidal floods, while also serving as a center for social interaction, sports, education, and local ecotourism. A resilient architectural design concept is applied as the primary approach in the project's design. The revitalization of Kamal Muara Stadium offers a comprehensive architectural solution to the social, ecological, and technical challenges faced by Jakarta's coastal areas. Keywords:  Degradation; flooding; regenerative; resilient; stadium Abstrak Stadion Kamal Muara yang sejak 1980 menjadi pusat aktivitas olahraga dan sosial kini terbengkalai akibat kerusakan fisik dan banjir rob yang berulang. Kondisi ini menghambat pertumbuhan sepak bola lokal serta menghilangkan ruang interaksi bagi masyarakat. Regenerasi stadion menjadi penting untuk menghidupkan kembali fungsi sosial-ekologis kawasan serta mendorong pembangunan komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan metode komparatif untuk mencapai kehidupan dari fungsi sosial ekologis. Pendekatan arsitektur regeneratif digunakan untuk merespons dampak banjir rob dengan menggunakan sistem polder. Perancangan diarahkan pada mitigasi rob melalui sistem penampungan dan pengendalian air berbasis ekologi, sembari mengembalikan peran sosial stadion. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup analisis kondisi eksisting, pemetaan masalah dan potensi, studi kasus, serta pelibatan partisipasi masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah regenerasi fungsi dan kapasitas stadion mampu menjadi ruang publik multifungsi yang merestorasi ekosistem pesisir, menyerap air rob, serta menyediakan ruang hijau yang inklusif dan tangguh terhadap banjir rob, sekaligus menjadi pusat interaksi sosial, olahraga, edukasi, dan ekowisata lokal. Konsep desain arsitektur resilien diterapkan sebagai pendekatan utama dalam perancangan proyek ini. Revitalisasi Stadion Kamal Muara menawarkan solusi arsitektural yang menyeluruh terhadap permasalahan sosial, ekologis, dan teknis yang dihadapi kawasan pesisir Jakarta.