Healthcare development requires the support of Pharmaceutical Wholesalers (PBF) in safely distributing high-quality medications. Inventory control of fast-moving drugs is crucial to prevent stockouts that could disrupt the operations of healthcare facilities. This study aims to analyze fast-moving drug categories at four pharmaceutical wholesalers in Central Java. This study employs a quantitative descriptive design with a retrospective approach. The sample was selected using total sampling of September 2025 sales data from four pharmaceutical distributors: PBF A, PBF B, PBF C, and PBF D. The data were then processed and analyzed descriptively using Microsoft Excel. The results of the study indicate that each PBF has a varying profile of fast-moving medications due to differences in distribution focus and market segmentation. Cold and cough medications dominate the market at PBF A with 26,059 units due to seasonal changes. Anticonstipant medications were the top-selling category at PBF B with 435 units; at PBF C, eye drops accounted for 305 units; and at PBF D, analgesics and anti-inflammatories totaled 207 units. The analgesic-antipyretic class of drugs has consistently been a fast-moving product across all PBFs due to its essential nature for basic self-medication among the public. The conclusion of this study is that the drug distribution profile of the four PBFs shows a dominance of respiratory and digestive tract medications, as well as drugs in the. ABSTRAK Pembangunan kesehatan memerlukan dukungan Pedagang Besar Farmasi (PBF) dalam menyalurkan obat berkualitas secara aman. Pengendalian persediaan obat kelompok fast-moving sangat krusial guna menghindari kekosongan stok yang dapat mengganggu operasional fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis golongan obat fast-moving pada empat PBF di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih melalui metode total sampling terhadap data penjualan bulan September 2025 pada empat distributor farmasi, yaitu PBF A, PBF B, PBF C dan PBF D. Data kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap PBF memiliki profil obat fast-moving yang bervariasi akibat perbedaan fokus distribusi dan segmentasi pasar. Obat batuk pilek mendominasi pasar pada PBF A yaitu 26.059 unit karena faktor perubahan musim. Obat antikonstipasi menjadi obat dengan katagori penjualan terbanyak pada PBF B sebanyak 435 unit, PBF C terdapat 305 unit pada obat tetes mata, dan PBF D pada analgetik-antiinflamasi sebanyak 207 unit. Golongan obat analgetik-antipiretik secara konsisten menjadi produk fast-moving di seluruh PBF karena sifatnya yang esensial untuk swamedikasi dasar masyarakat. Simpulan pada penelitian ini adalah profil distribusi obat dari keempat PBF menunjukkan dominasi obat saluran pernapasan dan pencernaan, serta obat golongan analgetik-antipiretik sebagai menunjukkan obat yang masuk dalam katagori fast moving pada keempat PBF yang dianalisis.