Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mobility Hub untuk Perjalanan First-mile Kawasan Urban Jakarta Berdasarkan Perspektif Pengguna Angkutan Umum Arisyi, Dryan Ghazian; Kusuma, Andyka
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v27i2.2399

Abstract

Mobility hub (MH) merupakan sebuah konsep yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, umumnya pada wilayah Eropa dan Amerika Utara dengan memberikan simpul transportasi massal seperti Stasiun Kereta Komuter, MRT, LRT, maupun BRT, fasilitas untuk alternatif moda penyangga berupa moda transportasi aktif seperti berjalan kaki, Personal Mobility Device (PMD), dan angkutan feeder untuk menunjang aksesibilitas di mana saat ini aspek tersebut masih minim untuk kawasan Jakarta, terutama untuk perjalanan first-mile. SmartHub di Eropa memberikan framework berupa integrasi fisik, digital, dan demokrasi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah MH. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki perspektif dari adaptasi MH untuk kawasan urban Jakarta, terutama Jakarta Selatan, dengan melakukan analisis aspek integrasi fisik dari sebuah MH berupa analisis aksesibilitas. Analisis tersebut berupa jangkauan untuk setiap alternatif moda yang ditawarkan dalam sebuah MH dan perspektif dari pengguna angkutan umum di wilayah Jakarta Selatan terhadap fasilitas penunjang sebuah MH untuk kondisi saat ini dan pengembangan kedepannya. Studi dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan wawancara Stated Preference yang akan menghasilkan jangkauan dari sebuah MH pada kondisi ideal dan analisis Importance-Performance Analysis (IPA). Analisis tersebut bertujuan untuk menilai perspektif pengguna angkutan umum mengenai fasilitas dari sebuah MH. Data kemudian diolah dengan menggunakan regresi multinomial logit (MNL) untuk mendapatkan persamaan, untuk kemudian dapat dipetakan dengan menggunakan bantuan software GIS berdasarkan skenario kondisi existing. Berdasarkan hasil survei yang ditujukan kepada 102 pengguna angkutan umum di wilayah Jakarta, didapatkan bahwa sebesar 25% pernah menggunakan PMD dan 67% pernah menggunakan angkutan feeder. Penilaian dari pengguna angkutan umum di Jakarta Selatan untuk fasilitas penunjang MH yang berhubungan dengan PMD dan Micromobility masih rendah, sementara fasilitas pejalan kaki dan angkutan feeder masih dianggap sedang. Lebih lanjut, berdasarkan perspektif dari pengguna, pengembangan MH untuk wilayah urban Jakarta lebih difokuskan untuk angkutan feeder dan pejalan kaki, dengan reachable distance berjalan kaki sebesar 860 m dan PMD sebesar 1650 m. Dari penelitian ini, ke depannya dapat dikembangkan berbagai macam penelitian mengenai aspek-aspek penunjang MH lainnya.