Pengukuran kinerja yang hanya berfokus pada aspek keuangan belum mampu menggambarkan kondisi organisasi secara menyeluruh, khususnya pada perusahaan jasa. Balanced Scorecard menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan indikator keuangan dan non-keuangan dalam suatu kerangka pengukuran kinerja yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pengukuran kinerja pada Toha Studio Jakarta menggunakan pendekatan Balanced Scorecard yang didukung oleh Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 3 orang expert judgment, yaitu Manajer, HRD, dan Finance, dalam proses pembobotan AHP. Hasil penelitian menghasilkan 12 sasaran strategis dan 20 Key Performance Indicators (KPI) yang terdiri atas 5 KPI pada perspektif Financial, 4 KPI pada perspektif Customer, 7 KPI pada perspektif Internal Business Process, dan 4 KPI pada perspektif Learning and Growth. Hasil pembobotan menunjukkan bahwa indikator dengan bobot tertinggi pada masing-masing perspektif adalah Tingkat Okupansi Studio sebesar 0,555 pada perspektif Financial, Customer Satisfaction Score (CSAT) sebesar 0,582 pada perspektif Customer, Kepatuhan Preventive Maintenance sebesar 0,300 pada perspektif Internal Business Process, dan Tingkat Pemanfaatan Teknologi Baru sebesar 0,443 pada perspektif Learning and Growth. Hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa mayoritas indikator, yaitu 19 dari 20 KPI (95%), berada pada kategori baik, sedangkan 1 KPI (5%) berada pada kategori cukup. Capaian kinerja tertinggi sebesar 96,94% terdapat pada KPI Kepatuhan Preventive Maintenance. Model yang dihasilkan dapat digunakan sebagai alat evaluasi dan pengendalian kinerja perusahaan secara berkelanjutan.