Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi kardiovaskular. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah aktivitas fisik berupa senam aerobic low impact. Senam aerobic low impact merupakan latihan dengan gerakan ringan yang dapat dilakukan oleh lansia dan tidak memberikan beban berlebihan pada persendian. Tujuan: untuk mengetahui penerapan senam aerobic low impact terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Aisyiyah Surakarta. Metode: metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan pre-eksperimental menggunakan desain one group pre-test–post-test pada dua responden lansia yang mengalami hipertensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Senam aerobic low impact diberikan selama ±30 menit, sebanyak 3 kali seminggu selama 2 minggu dengan total 6 kali pertemuan. Setelah senam, responden melakukan pendinginan dan beristirahat selama 10 menit sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah post-test. Hasil: hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap pada kedua klien. Pada Klien I, tekanan darah menurun dari 160/90 mmHg menjadi 134/80 mmHg, dengan penurunan tekanan sistolik sebesar 26 mmHg dan diastolik sebesar 10 mmHg. Pada Klien II, tekanan darah menurun dari 167/90 mmHg menjadi 135/82 mmHg, dengan penurunan tekanan sistolik sebesar 32 mmHg dan diastolik sebesar 8 mmHg. Selain penurunan tekanan darah, kedua klien mengalami pengurangan keluhan pusing, merasa lebih segar dan bugar, serta mampu mengikuti gerakan senam dengan baik. Kesimpulan: penerapan senam aerobic low impact selama 6 kali pertemuan dalam 2 minggu menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua lansia hipertensi. Senam aerobic low impact dapat digunakan sebagai salah satu terapi non farmakologis pendamping untuk membantu mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi dengan tetap memperhatikan kondisi dan toleransi klien.