Latar belakang: Efek samping fisik, psikologis, emosional, maupun sosial akibat kemoterapi dapat berpotensi menurunkan kualitas hidup. Dalam situasi ini pasien membutuhkan dukungan yang optimal dari keluarga sebagai pendukung utama dalam proses pengobatan guna meningkatkan motivasi, kepatuhan terapi, kemampuan beradaptasi terhadap penyakit, serta memperbaiki kualitas hidup pasien selama menjalani kemoterapi. Namun, pendampingan fisik oleh keluarga di rumah sakit belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan psikologis pasien, sehingga banyak pasien yang tetap mengalami distres dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini mengevaluasi pasien kanker secara umum pada pasien kanker yang menjalani tindakan kemoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik pegambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 responden sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kualitas hidup WHOQOL BREF. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat dukungan keluarga baik dan kualitas hidup baik. Analisis uji Spearman-Rank menunjukkan nilai P-value sebesar 0,011 (p < 0,05), yang menandakan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin baik kualitas hidup yang dimiliki. Keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan guna mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.