Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran menulis teks prosedur dengan model experiential learning berbantuan praktik hastakarya, keterampilan menulis teks prosedur setelah pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo dengan melibatkan 17 siswa kelas V. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam bentuk refleksi pembelajaran, data diperoleh melalui catatan refleksi, pengamatan dan dokumentasi LKPD, hasil karya dan nilai siswa. Data kemudian di analisis melalui kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian dan uraian tersebut dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran menulis teks prosedur dengan model experiential learning berbantuan praktik hastakrya pada siswa kelas V berlangsung melalui 4 tahap : Siswa membuat hastakarya dirumah sebagai pengalaman konkret, mencatat peoses secara berurutaan sebagai bentuk pengamatan, kemudian menyusun teks prosedur pada LKPD sesuai struktur yang telah ditetapkan. Selain itu dari 17 siswa, 15 siswa menunjukkan pemahaman yang baik terhadap struktur teks prosedur dengan tulisan yang lengkap dan runtut. Terdapat faktor pendukung salah satunya dari antusiasmen siswa, konsep tugas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, hastakarya sebagai objek konkret, LKPD sebagai acuan dan guru sebagai moderator. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu keterbatasan waktu pembuatan hastakarya, yang diatasi dengan pembagian kelompok kecil 3 sampai 4 siswa dan waktu pengerjaan satu minggu di rumah.