Dalam era transformasi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan, perusahaan ritel modern seperti Ritel X, menghadapi tantangan untuk menjalankan operasi logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik Green Purchasing, pendekatan Eco-Design, kualitas hubungan dengan pemasok (Supplier Relationship Quality), dan pemanfaatan teknologi informasi rantai pasok (Supply Chain Information Technology) terhadap efisiensi operasional perusahaan, dengan kapabilitas logistik balik (Reverse Logistics Capability) sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang dikembangkan melalui perangkat lunak AMOS. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup berbasis skala Likert (1–5) kepada 125 responden internal Ritel X, dengan total 24 indikator dan masing-masing berasal dari empat indikator pengukuran yang ditetapkan sesuai aspek strategis, teknis, serta operasional dalam sistem logistik perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel eksogen secara signifikan mempengaruhi efisiensi operasional, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi dari kapabilitas logistik balik. Dapat disimpulkan bahwa integrasi antara strategi keberlanjutan dan digitalisasi proses logistik berkontribusi positif dalam membentuk rantai pasok yang tangguh dan efisien. Observasi ini memberikan dasar bagi manajemen ritel untuk mengembangkan kebijakan berbasis kolaborasi dengan pemasok, optimalisasi sistem informasi, dan penguatan prosedur logistik balik guna menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.