p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Logistik
Nurlaela Kumala Dewi
Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Jl. Sariasih No.54, Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40151

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN PROGRAM BANTUAN PEMERINTAH BERUPA MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON, JAWA BARAT Novita Ramadhan Putri; Anggi Widya Purnama; Nurlaela Kumala Dewi
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.66359

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin. Pelaksanaan program ini memerlukan sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan penerima dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan dan batas waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rute pendistribusian bantuan makanan bergizi dengan mempertimbangkan armada heterogen dan batasan waktu. Studi kasus dilakukan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pendidikan Delta dan SPPG Yayasan Miftahul Ulum di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model HVRPTW yang diselesaikan menggunakan Google OR-Tools berbasis Python. Model mempertimbangkan parameter koordinat, jumlah permintaan, kapasitas armada, jendela waktu, jarak tempuh dan biaya operasional kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SPPG Yayasan Pendidikan Delta, rute usulan mengurangi total jarak tempuh sebesar 11,8%, waktu operasi selama 22 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Pada SPPG Yayasan Miftahul Ulum, total jarak tempuh berkurang sebesar 5,5%, waktu operasi selama 10 menit, dan biaya operasional harian sebesar 0,2%. Kepatuhan terhadap time window meningkat menjadi 100% pada kedua SPPG, dari 98% pada rute eksisting Delta dan 90% pada rute eksisting Miftahul Ulum. Rute usulan juga menghilangkan pelanggaran time window pada kedua SPPG serta kelebihan muatan yang ditemukan pada rute eksisting Miftahul Ulum. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan HVRPTW dapat mendukung perancangan rute distribusi MBG yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan kapasitas kendaraan dan ketepatan waktu pelayanan.
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA ANGKUTAN BARANG DENGAN MODA KERETA API (STUDI KASUS PADA KALOG EXPRESS KIARACONDONG) Neti; Anggi Widya Purnama; Nurlaela Kumala Dewi
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.70584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat persepsi kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan jasa pengiriman di KALOG Stasiun Kiaracondong, mengidentifikasi atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan, serta mengetahui tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap kualitas pelayanan jasa angkutan barang KALOG Express Stasiun Kiaracondong. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah menurunnya jumlah pengiriman barang yang diduga berkaitan dengan ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan pada beberapa dimensi kualitas pelayanan serta terdapat atribut pelayanan yang memerlukan prioritas perbaikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara terarah berdasarkan hasil evaluasi pelanggan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL) untuk mengukur kesenjangan antara persepsi dan harapan pelanggan, Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan prioritas perbaikan atribut pelayanan, serta Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL memiliki nilai GAP negatif, yang mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan pelanggan. Dimensi Tangible memiliki nilai GAP terbesar sebesar -5,48, diikuti Reliability sebesar -3,91, Responsiveness sebesar -3,57, Assurance sebesar -1,40, dan Empathy sebesar -0,71. Berdasarkan analisis IPA, atribut yang menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki yaitu A1 (tersedia jaminan keamanan terhadap barang kiriman), R6 (tarif layanan sesuai dengan pelayanan yang diterima), RS2 (karyawan mampu menangani keluhan pelanggan dengan baik), RS3 (informasi dan pelacakan pengiriman mudah diakses), dan RS4 (karyawan siap membantu pelanggan saat dibutuhkan). Sementara itu, hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan nilai sebesar 76,3%, yang termasuk dalam kategori puas, namun masih terdapat peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memenuhi harapan pelanggan secara lebih optimal.