This Author published in this journals
All Journal Logistik
Farrel Ananda Prima
Program Studi Logistik Minyak dan Gas, Politeknik Energi dan Mineral AKAMIGAS Jl. Gaja Mada No. 38 Mentul Karangboyo, Kec.Cepu, Kab.Blora. Jawa Tengah, Indonesia 58315

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAMALAN PERMINTAAN PERTAMAX BERBASIS COMPOUND ANNUAL GROWTH RATE (CAGR) PERTUMBUHAN KENDARAAN BERMOTOR SEBAGAI DASAR PENETAPAN PARAMETER PERSEDIAAN FUEL TERMINAL DI DURI-RIAU Farrel Ananda Prima; Maharani Pramesty Aulia Nuha; Reo Samtalira Bayu Nugraha
LOGISTIK Vol. 19 No. 02 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i02.72349

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Provinsi Riau mendorong peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak jenis Pertamax, sehingga perencanaan fasilitas penyimpanan memerlukan dasar kuantitatif yang terukur. Penelitian ini bertujuan memproyeksikan permintaan Pertamax pada wilayah layanan Duri–Riau menggunakan pendekatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) atas data jumlah kendaraan bermotor Badan Pusat Statistik periode 2022–2025, kemudian menggunakan hasil proyeksi tersebut sebagai dasar penetapan parameter kebijakan persediaan Fuel Terminal. Kapasitas tangki timbun 25.000 KL diperlakukan sebagai batasan rancangan yang telah ditetapkan, bukan hasil optimasi peramalan. Penelitian bersifat deskriptif-analitis dengan data sekunder. CAGR dihitung per kabupaten, yaitu 2,93% untuk Bengkalis, 2,85% untuk Rokan Hulu, dan 31,48% untuk Rokan Hilir, lalu diterapkan pada 12 SPBU tujuan (sembilan di Bengkalis, dua di Rokan Hilir, dan satu di Rokan Hulu). Hasil peramalan menunjukkan permintaan Pertamax naik dari 5.837,02 KL pada 2025 menjadi 7.419,59 KL pada 2026, dan 98% kenaikan itu berasal dari dua SPBU di Rokan Hilir. Permintaan 2026 tersebut setara dengan Daily of Throughput 28,44 KL per hari yang dihitung dari permintaan bulan puncak (Maret, indeks 11,5%) dibagi 30 hari. Berdasarkan proyeksi tersebut diperoleh Safety Stock 392,69 KL, Dead Stock 470,93 KL, dan Reorder Point 1.063 KL pada lead time tujuh hari, sedangkan kapasitas tangki timbun 25.000 KL yang terbagi atas dua unit 12.500 KL merupakan batasan rancangan. Pada tiga skenario pertumbuhan, permintaan 2026 berkisar 5.921,08 hingga 9.492,89 KL dan Reorder Point 1.023 hingga 1.118 KL. Hasil ini merupakan estimasi awal berbasis proksi kendaraan, bukan pengukuran langsung permintaan, dan berpotensi dimanfaatkan sebagai masukan awal perencanaan pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian BBM pada rantai pasok hilir migas.