Hendika Adi Nugraha
Universitas Islam An-nur Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN FOKUS SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII A DI MTS HIDAYATUL MUBTADIIN DESA SIDOHARJO KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Andri Rahman; Mustaqim Hasan; Hendika Adi Nugraha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2553

Abstract

This study uses a qualitative method through a case study design to examine in depth the role of strengthening teacher competence in building student focus on learning Fiqh in class VII A MTs Hidayatul Mubtadiin. Research informants involved Fiqh teachers, students, the principal, and homeroom teachers who were selected purposively based on their direct involvement in the learning process. Data collection was conducted through participatory observation in the classroom, in-depth interviews, and review of relevant learning documents. Data were analyzed using an interactive analysis approach that included the stages of data sorting, organizing findings, and formulating conclusions on an ongoing basis, while data validity was maintained through triangulation and confirmation with informants. This approach enabled the researchers to obtain a comprehensive picture of the contribution of teachers' pedagogical, professional, social, and personality competencies in supporting student learning. The results of the study indicate that strengthening teacher competencies plays a strategic role in improving student focus on Fiqh subjects. The pedagogical aspect, which is realized through varied, interactive, and contextual learning, is able to encourage active participation and maintain student concentration. The professional dimension of teachers, in the form of mastery of Fiqh substance and systematic delivery of material that is relevant to students' experiences, facilitates understanding of the subject matter.ABSTRAKPenelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui rancangan studi kasus untuk menelaah secara mendalam peran penguatan kompetensi guru dalam membangun fokus belajar siswa pada pembelajaran Fiqih di kelas VII A MTs Hidayatul Mubtadiin. Informan penelitian melibatkan guru Fiqih, peserta didik, kepala madrasah, serta wali kelas yang ditentukan secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif di kelas, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumen pembelajaran yang relevan. Data dianalisis dengan pendekatan analisis interaktif yang mencakup tahapan pemilahan data, pengorganisasian temuan, dan perumusan simpulan secara berkelanjutan, sementara keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan konfirmasi kepada informan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran komprehensif mengenai kontribusi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru dalam menopang perhatian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru memiliki peranan strategis dalam meningkatkan fokus belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih. Aspek pedagogik yang diwujudkan melalui pembelajaran yang variatif, interaktif, dan kontekstual mampu mendorong partisipasi aktif serta menjaga konsentrasi siswa. Dimensi profesional guru, berupa penguasaan substansi Fiqih dan penyampaian materi yang sistematis serta relevan dengan pengalaman siswa, mempermudah pemahaman terhadap konsep yang abstrak. Sementara itu, kompetensi sosial yang tercermin dalam komunikasi terbuka dan sikap apresiatif terhadap siswa berkontribusi pada terciptanya iklim kelas yang nyaman dan partisipatif. Keterpaduan ketiga kompetensi tersebut menegaskan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran Fiqih berlangsung secara lebih efektif, bermakna, dan mendukung penghayatan nilai-nilai Fiqih secara optimal.
STRATEGI PENGUATAN AKHLAKUL KARIMAH DALAM MENCEGAH RADIKALISME DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIIN DESA SIDOHARJO KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Riska Puspitasari; Mustaqim Hasan; Hendika Adi Nugraha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2535

Abstract

The main objective of this study is to analyze strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. This study used a qualitative approach with a case study design to explore strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School in South Lampung. Subjects included the boarding school leadership, teachers, students, and parents involved in the instilling of moral values. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of Islamic boarding school activities. Thematic analysis was used to identify patterns, themes, and relationships between strengthening moral values and preventing radicalism. Data validity was maintained through triangulation of sources, techniques, and participants. This methodology emphasized both theoretical and practical aspects, so that the research results provide an empirical contribution to the development of character education-based preventive strategies that are applicable and contextual in Islamic boarding schools. The results of this study indicate that strategies for strengthening moral values as a preventative measure against radicalism at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School. Findings indicate that cultivating moral values through daily activities, such as congregational prayer, Quran recitation, and social participation, fosters ethical awareness and tolerance among students. The role of teachers and mentors as moral role models has been shown to motivate students to emulate positive behavior and avoid the influence of extreme ideologies. Furthermore, active leadership oversight through monitoring, personal guidance, and religious counseling enables early detection of potential radicalism and strengthens the internalization of noble morals. This integrative strategy confirms that religious practice, social interaction, and moral leadership simultaneously shape the character of students who are resilient, tolerant, and critical of the influence of radicalism, providing a new empirical contribution to the literature on character education and radicalism prevention.ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah menganalisis strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lampung Selatan. Subjek penelitian meliputi pimpinan pesantren, guru, santri, dan orang tua yang terlibat dalam pembiasaan nilai moral. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pesantren. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola, tema, dan hubungan antara penguatan akhlakul karimah dan pencegahan radikalisme. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan anggota. Metodologi ini menekankan aspek teoritis dan praktis, sehingga hasil penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi preventif berbasis pendidikan karakter yang aplikatif dan kontekstual di lingkungan pesantren. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan akhlakul karimah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Temuan menunjukkan bahwa pembiasaan nilai moral melalui kegiatan harian, seperti shalat berjamaah, tadarus, dan partisipasi sosial, menumbuhkan kesadaran etis dan toleransi antar-santri. Peran guru dan pembina sebagai teladan moral terbukti memotivasi santri meneladani perilaku positif dan menjauhi pengaruh ideologi ekstrem. Selain itu, pengawasan aktif pimpinan melalui monitoring, bimbingan pribadi, dan konseling religius memungkinkan deteksi dini terhadap potensi radikalisme, sekaligus memperkuat internalisasi akhlakul karimah. Strategi integratif ini menegaskan bahwa praktik religius, interaksi sosial, dan kepemimpinan moral secara simultan membentuk karakter santri yang resilien, toleran, dan kritis terhadap pengaruh radikalisme, memberikan kontribusi empiris baru bagi literatur pendidikan karakter dan pencegahan radikalisme.