Noening Indrajati
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DI SD INPRES KOTARAJA: STUDI KASUS Mona Yelly Simamora; Deni Setiawan; Noening Indrajati
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i4.2355

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is an important government initiative to improve nutritional adequacy and students' academic readiness. The implementation of this program in educational institutions often faces challenges related to distribution, food quality, and operational frameworks. The aim of this study is to describe the implementation of MBG at SD INPRES Kotaraja by examining the experiences of educators and students, who act as the primary beneficiaries of the program. Qualitative methodology, particularly case study analysis, was conducted, including comprehensive interviews with 5 educators, 10 students of different genders, and 3 parents, in addition to direct observations of the food distribution process and relevant documentation. The analysis procedures included initial coding, categorization, and theme development. The findings identified four main themes: instability in distribution and logistics, variability in menu quality and suitability, and dynamics. ABSTRAKProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah yang signifikan untuk memperkuat kecukupan gizi dan meningkatkan kesiapan akademik siswa. Pelaksanaan program ini dalam lembaga pendidikan sering menemui perbedaan yang berkaitan dengan distribusi, kualitas makanan, dan kerangka operasional. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan implementasi MBG di sekolah SD INPRES Kotaraja dengan mengkaji pengalaman para pendidik dan siswa yang berfungsi sebagai penerima manfaat utama dari program ini. Metodologi kualitatif khususnya analisis studi kasus dilakukan mencakup wawancara komprehensif dengan pendidik 5 orang, siswa 10 orang dengan jenis kelamin berbeda dan orang tua 3 orang di samping pengamatan langsung dari proses distribusi makanan dan dokumentasi yang relevan. Prosedur analitis melibatkan pengkodean awal, kategorisasi, dan pengembangan tematik. Temuan mengidentifikasi tema utama yaitu belum stabilnya dalam distribusi dan logistik, variabilitas dalam kualitas dan kesesuaian menu, dinamika perilaku dan pengalaman siswa mengenai penerimaan makanan dan implikasi fungsional MBG pada fokus Pendidikan dan tanggung jawab guru. Investigasi ini membuktikan perlunya peningkatan organisasi logistik, konsistensi dalam kualitas menu, dan tata kelola distribusi makanan yang lebih sistematis untuk mengoptimalkan tujuan program.