Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) tingkat motivasi dan keterampilan proses sains (KPS) siswa kelas IX MTsN Gowa sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan media simulasi PhET dan video pembelajaran, tentang listrik dinamis, (2) peningkatan motivasi dan keterampilan proses sains (KPS) sebelum dan setelah pembelajaran dan (3) pengaruh penggunaan media simulasi PhET terhadap keduanya. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dipilih secara purposive, kelas IX.1 sebagai kelas eksperimen dan IX.4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi dan tes pilihan ganda keterampilan proses ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar dan KPS pada kelas PhET simulation lebih tinggi dibandingkan kelas video pembelajaran. Skor motivasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 81,95 dan skor KPS sebesar 15,50 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol memperoleh skor motivasi 67,52 dan KPS 14,00 (kategori sedang). Uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar dan KPS antara kedua kelas. Dengan demikian, penggunaan PhET Simulation berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar dan keterampilan proses sains peserta didik.