Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Pangkajene, (2) tingkat hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Pangkajene, (3) hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Pangkajene. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-kecamatan Pangkajene sebanyak 703 peserta didik, yaitu SMPN 1 Pangkajene, SMPN 2 Pangkajene, SMPN 3 Pangkajene dan SMPN 4 Pangkajene tahun ajaran 2024/2025. Sampel diperoleh menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 255 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda untuk mengukur keterampilan berpikir kritis sebanyak 20 butir soal dan tes hasil belajar berupa pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 8,11 dan hasil belajar juga pada kategori rendah dengan rata-rata skor 8,73. Hasil analisis inferensial menunjukkan terdapat hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar dengan korelasi pearson sebesar 0,61 dengan signifikansi kurang dari 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan kuat antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar.