Ni Kadek Ayu Septia Dewi
Profesi Ners, STIKES Bina Usada Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Gerakan Masa Depan Sehat Dengan Mencegah Dan Kendalikan Si Manis Berujung Kronis (Diabetes Melitus) Sejak Dini Di Banjar Umahanyar, Abiansemal, Badung I Putu Artha Wijaya; I Komang Widarma Atmaja; Ni Kadek Ayu Septia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA)
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v1i1.306

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit genetik dan terjadi ketika kadar gula dalam darah tidak berada pada nilai seharusnya yang bisa disebabkan karena sekresi insulin, cara kerja insulin atau bahkan bisa gabungan dari keduanya (Ryadi, Prabowo and Defi, 2017). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) diketahui adanya peningkatan prevalensi DM pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2013 dari 1,1% meningkat menjadi 2,1%. Kemudian prevalensi DM yang terdiagnosis dokter di Provinsi Sumatera Barat mencapai 1,3% dan 1,4% di Kota Padang (2). Faktor risiko diabetes mellitus di bagi 2, yaitu factor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan factor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk agar masyarakat mengetahui dan paham tentang penanggulangan dan pencegahan diabetes mellitus sehingga dapat mencegah dan menurunkan komplikasi dari diabetes melitus.`Penatalaksanaan diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya komplikasi menurut (Indonesia, 2015) adalah dengan latihan jasmani. Hasil pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan 11 orang (39.3%) yang memiliki pengetahuan kurang dan 2 orang (7.1%) memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah diberikan penyuluhan 5 orang (17.9%) memiliki pengetahuan cukup, dan 23 orang (82.1%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan, pemberian penyuluhan tentang pubertas meningkatkan pengetahuan remaja sebanyak 82.1% dibandingkan sebelum diberikan penyuluhan.