Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru pendamping khusus (GPK) dalam pemberdayaan bakat dan minat peserta didik inklusi di MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura. Fokus penelitian diarahkan pada strategi yang diterapkan madrasah berbasis teori multiple intelligences, pelaksanaan program bakat minat, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen (PPI, serta rapor peserta didik). Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, sedangkan validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi di MI Muhammadiyah PK Kartasura dirancang berdasarkan hasil asesmen multiple intelligences yang mengelompokkan peserta didik sesuai kecenderungan gaya belajarnya. GPK berperan penting dalam mendampingi peserta didik inklusi dengan memberikan stimulus sesuai potensi, menyusun dan melaksanakan PPI, serta berkoordinasi dengan guru kelas dan orang tua. Tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya pergantian GPK, keterbatasan pemahaman guru terhadap implementasi multiple intelligences, dan ekspektasi orang tua yang sering melebihi kemampuan anak. Adapun solusi yang ditempuh madrasah mencakup pelatihan guru, parenting, dan sosialisasi program inklusi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan pendidikan inklusif berbasis multiple intelligences, serta memberikan manfaat praktis bagi madrasah dalam merancang strategi pemberdayaan bakat dan minat peserta didik inklusi.