Barunawaty Yunus
Department Of Oral Radiology, Faculty Of Dentistry Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Idiopathic osteosclerosis of the jaws on panoramic radiograpic analysis in Indonesian Sub-Population Irfan Sugianto; Barunawaty Yunus; Fadhlil UA. Rahman; Muliaty Yunus; Dwi P. Wulansari; Muhammad F. Hidayat
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 7 No. 2 (2022): (Available online: 1 August 2022)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v7i2.1354

Abstract

Objective: To determine prevalence of Idiopathic osteosclerosis (IO) by radiographic evaluation and to investigate the relationship between the finding in relation with age, gender and location in Indonesia Sub-Population. Material and Methods: this was a cross-sectional study that panoramic radiograph of patients (1030 male and 1914 female) whose age range 10-82 years old and who visited Department of Oral and Maxillofacial Radiology Hasanuddin University Dental Hospital from 2017 and 2020. We evaluated group of age, location, appearance and occurrence of IO and analyzed using chisquare test. Results: in total, 2944 panoramic radiographs were examined, IO found in 144 (4.8%) patients and 170 IO’s were detected. IO detected mostly in mandible than maxilla (p<0.005) where premolar and molar area was the most common location of IO (42.3% and 41.7%; respectively). Most of cases was solitary lesion (<0.005) and unilateral (<0.005). In addition, most of IO separate from teeth (45.8%) and also related with periapical site (35.3%). Conclusion: Idiopathic Osteosclerosis can defined as developmental variation that can occur in any age range, no predilection of sex. The frequency of IO in Indonesia Sub-population is slightly lower than other country
PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI KONVENSIONAL DAN DIGITAL PADA PERAWATAN ENDODONTIK (Tinjauan Pustaka) Ni Putu Sartika Sukma Putri; Barunawaty Yunus
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.45 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23531

Abstract

Radiografi kedokteran gigi terus mengalami perkembangan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya perubahan dari radiografi konvensional ke radiografi digital. Dari waktu ke waktu penggunaan radiografi digital terus mengalami peningkatan. Namun penggunaan radiografi digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan penggunaan radiografi konvensional. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara radiografi konvensional dan digital, serta memberikan informasi kepada para praktisi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan radiografi dalam bidang kedokteran gigi, khususnya dalam perawatan endodontik. Radiografi digital menunjukkan keunggulan dalam dosis radiasi, akurasi, keandalan, spesifisitas dari pencitraan dan efektivitas kinerja penggunaannya dibandingkan dengan radiografi konvensional. Dapat disimpulkan bahwa teknik radiografi yang digunakan terdiri dari teknik konvensional dan digital. Dimana teknik digital memiliki keunggulan dibandingkan dengan teknik konvensional, dan merupakan pemeriksaan penunjang dalam praktek kedokteran gigi khususnya dalam bidang endodontik (periapikal, oklusal, panoramik dan CBCT – 3D).
PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI KONVENSIONAL DAN DIGITAL PADA PERAWATAN ENDODONTIK (Tinjauan Pustaka) Ni Putu Sartika Sukma Putri; Barunawaty Yunus
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23531

Abstract

Radiografi kedokteran gigi terus mengalami perkembangan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya perubahan dari radiografi konvensional ke radiografi digital. Dari waktu ke waktu penggunaan radiografi digital terus mengalami peningkatan. Namun penggunaan radiografi digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan penggunaan radiografi konvensional. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara radiografi konvensional dan digital, serta memberikan informasi kepada para praktisi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan radiografi dalam bidang kedokteran gigi, khususnya dalam perawatan endodontik. Radiografi digital menunjukkan keunggulan dalam dosis radiasi, akurasi, keandalan, spesifisitas dari pencitraan dan efektivitas kinerja penggunaannya dibandingkan dengan radiografi konvensional. Dapat disimpulkan bahwa teknik radiografi yang digunakan terdiri dari teknik konvensional dan digital. Dimana teknik digital memiliki keunggulan dibandingkan dengan teknik konvensional, dan merupakan pemeriksaan penunjang dalam praktek kedokteran gigi khususnya dalam bidang endodontik (periapikal, oklusal, panoramik dan CBCT 3D).
Radicular cyst associated with odontogenic maxillary sinusitis in CBCT study: Radicular cyst associated with odontogenic maxillary sinusitis in CBCT study Ifa ariefah; Barunawaty Yunus; Fadhlil UA Rahman; Yossy Yoanita A
Makassar Dental Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v13i2.1142

Abstract

Radicular cysts are one of the most common types of cysts that occur in the jawbone, which in the maxilla, may invade into the sinuses. The CBCT radiographs make it easier for dentists to evaluate the boundaries and extension of the cyst lesion. This case report analyses the expansion of a radicular cyst into the maxillary sinus area causing maxillary sinusitis. A 58-year-old man com-plained of gingival swelling of the left maxilla that occurred in the area of the retained root of tooth 23, and extended to the right maxillary sinus. After CBCT-3D scanning, an osteolytic lesion was found at the periapical area of teeth 22 and 23, which extend-ed to the maxillary alveolar bone and caused perforation at the base of the left maxillary sinus with hyperpigmented appearance along the sinus base on radiographs. The patient underwent cyst enucleation, fistulectomy, sinus washing, and multiple tooth extractions. Biopsy of the lesion showed the character of a radicular cyst. It was concluded that CBCT imaging clearly showed the extension of the maxillary radicular cyst lesion to the maxillary sinus to support an appropriate treatment plan.