Cahyanti, Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konflik Sudan dan Sudan Selatan Pasca Referendum Pemisahan Diri Sudan Selatan dari Sudan Cahyanti, Putri; Utomo, Tri Cahyo; Paramasatya, Satwika
Journal of International Relations Volume 3, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.334 KB)

Abstract

Conflict is a circumstance which conflict actors such as individuals or groups have dispute between each other to gain the same goal(s). Conflict actors may use violent or peaceful means to settle the conflict. One way to end it is to use referendum of secession if conflict happens within a state territory. South Sudan did referendum of secession in 2011 due to prolonged conflict with Sudan since 1955. But in fact, after South Sudan's independence, conflicts have continued between Sudan and South Sudan such as oil conflicts and border conflicts. This research’s aim is to know why Sudan and South Sudan still in conflict even after South Sudan did referendum of secession in 2011. This research use The Conflict Triangle theory and Conflict Dynamcis theory and is qualitative type that intend to understand social phenomenon. The research results are Sudan and South Sudan still in conflict even after South Sudan’s secession because both parties has not reach agreement in South Sudan’s oil transit price that will be exported through Port Sudan, both parties are accused in funding the rebel forces in each territory, and there is no agreement yet regarding border area especially Abyei. Author suggest Sudan and South Sudan should immediately discuss their conflict over border area so that conflict source can be resolved properly and dialogue between both parties should be necessary so there will be no misunderstandings abouth funding the rebel forces in each territory.
Peran Guru Sebagai Educator Dalam Memberikan Pendidikan Seks di KB Mutiara Bangsa Yogyakarta Cahyanti, Putri; Purwadi, Purwadi; Suyono, Hadi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2021.12(2).77-84

Abstract

Peran guru sebagai educator yang kurang maksimal dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Pendidikan seks merupakan upaya memberikan pengetahuan tentang perubahan biologis, psikologis, psikososial sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan manusia, khususnya pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru sebagai educator dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini di KB Mutiara Bangsa Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling yang berfokus pada peran guru sebagai educator dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini di sekolah. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis model Milles and Huberman. Hasil penelitian yaitu: 1) Mengembangkan kepribadian. Guru belum sepenuhnya dapat menanamkan karakter atau kepribadian yang kuat bagi anak dalam pemahaman seks di kesehariannya. 2) Membimbing. Guru dalam memberikan pembelajaran hanya mengacu pada modul atau booklet. 3) Membina budi pekerti. Cara guru dan pihak sekolah dalam merespon permasalahan yang dialami anak sudah melibatkan orangtua selaku wali murid. 4) Memberikan pengarahan. Masih minimnya pemahaman dan informasi pada guru dalam hal pendidikan seks untuk anak usia dini.Kata kunci: Peran guru, Pendidikan seks anak usia dini