Pertumbuhan sektor pariwisata di Telaga Sarangan, ditunjang oleh kemajuan teknologi digital yang pesat, telah menyebabkan perubahan dalam perilaku sosial, budaya, dan gaya hidup warga setempat. Situasi ini merupakan tantangan besar bagi generasi muda untuk menjaga identitas kebangsaan mereka. Masalah utama dalam studi ini adalah bentuk pelaksanaan dan upaya generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah arus modernisasi, pengaruh budaya asing, serta tingginya penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di area wisata, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pemuda, serta studi dokumen, yang kemudian dianalisis melalui langkah-langkah pengurangan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih berperan dalam kehidupan sehari-hari pemuda di Telaga Sarangan. Hal ini terlihat dari keberlanjutan tradisi gotong royong, kepedulian sosial, praktik musyawarah, pelestarian ritual dan budaya setempat, serta pemanfaatan media digital secara positif untuk promosi pariwisata daerah. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan yang signifikan, seperti semakin meningkatnya sikap individualisme, penurunan kesadaran religius, dan perilaku menyimpang yang disebabkan oleh rendahnya literasi digital serta asimilasi budaya asing yang tidak terfilter. Dapat disimpulkan bahwa walaupun nilai-nilai Pancasila masih terinternalisasi, pengaruhnya mulai berkurang akibat dampak modernisasi dan digitalisasi yang negatif. Oleh karena itu, disarankan untuk menciptakan sinergi pentaheliks antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah guna memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan kearifan lokal serta meningkatkan program literasi digital secara menyeluruh. Kata Kunci: Pancasila, Pemuda, Teknologi Digital, Pariwisata, Telaga Sarangan