Agustus 2021 korlantas mulai memperkenalkan aplikasi Samsat Digital Nasional (Signal) kepada Masyarakat. Namun karena aplikasi ini dioperasikan secara digital, masih banyak wajib pajak khususnya orang tua yang belum bisa dengan mudah menggunakan atau memanfaatkannya, sehingga masih banyak yang lebih memilih untuk melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor secara manual langsung ke Samsat. Jika hal itu terus terjadi akan menimbulkan potensi antrian yang cukup panjang dan mengular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem Aplikasi Signal Polri terhadap kepatuhan wajib pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Pusat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Kantor Samsat Jakarta Pusat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa proses implementasi kebijakan adalah membangun jaringan kerja agar tujuan kebijakan publik dapat terwujud sebagai hasil dari kegiatan pemerintah. Dapat diartikan sebagai suatu strategi untuk mencapai tujuan kebijakan yang telah ditetapkan. Keberhasilan dan kegagalan proses implementasi kebijakan dapat dinilai dari sisi pelaksanaan program yang dibuat. Implementasi kebijakan juga dipengaruhi oleh siapa yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk melaksanakan program tersebut terutama sebagai implementor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presentase pengguna Program Aplikasi Sinyal Polri hanya 1,50% - 3,84% selama 3 tahun terakhir dari total jumlah pengguna kendaraan bermotor di wilayah Jakarta Pusat. Minimnya angka tersebut disebabkan oleh minimnya pengetahuan wajib pajak terhadap Program Aplikasi Sinyal Polri karena sosialisasi yang dilakukan oleh samsat kepada wajib pajak belum terlalu luas.AbstractAugust 2021 korlantas began to introduce the Samsat Digital Nasional (Signal) application to the Public. But because this application is operated digitally, there are still many taxpayers, especially parents who cannot easily use or take advantage of it, so there are still many who prefer to manually extend the motor vehicle tax directly to Samsat. If that continues to happen, it will cause a potential queue that is quite long and long. This research aims to analyze the Signal Polri Application system on the compliance of Motor Vehicle taxpayers in Central Jakarta. The method used is a qualitative method with data collection, interview, observation, and documentation techniques. The research was conducted at the Central Jakarta Samsat Office. The results of his research show that the policy implementation process is to build a network so that public policy goals can be realized as a result of government activities. Can be interpreted as a strategy to achieve the policy goals that have been set. The success and failure of the policy implementation process can be assessed in terms of the implementation of the program made. Policy implementation is also influenced by who is appointed and authorized to carry out the program, especially as an implementer. The results of this study show that the user presentation of the Signal Polri Application Program is only 1.50% - 3.84% during the last 3 years from the total number of motor vehicle users in Central Jakarta. The lack of numbers is caused by the lack of knowledge from taxpayers towards the Signal Polri Application Program because the socialization carried out by the samsat to taxpayers has not been too extensive.