Nanopartikel perak (AgNPs) merupakan nanomaterial multifungsi yang menarik perhatian luas karena kombinasi sifat plasmonik, luas permukaan tinggi, dan aktivitas antimikroba yang kuat. Artikel ulasan ini merangkum prinsip sintesis AgNPs secara fisika, kimia, dan sintesis hijau, dengan penekanan pada sintesis hijau berbasis ekstrak tumbuhan yang memanfaatkan senyawa fenolik dan flavonoid sebagai agen pereduksi sekaligus penstabil (capping agent). Karakterisasi AgNPs dibahas secara multidimensional melalui UV–Vis, TEM/SEM, DLS, zeta potential, XRD, dan FTIR/XPS untuk mengungkap ukuran, morfologi, struktur kristal, dan kimia permukaan nanopartikel. Kajian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri AgNPs bersifat multitarget, meliputi interaksi dan kerusakan membran sel, pembentukan reactive oxygen species (ROS), pelepasan ion Ag⁺, serta gangguan protein dan DNA, yang secara bersamaan berkontribusi terhadap efek bakterisidal terhadap mikroorganisme patogen maupun multidrug-resistant. Ulasan ini juga membahas aplikasi biomedis AgNPs, khususnya sebagai wound dressing dan agen antiinflamasi, serta pemanfaatannya dalam kemasan antimikroba dan pengolahan air. Namun, potensi toksisitas terhadap sel mamalia dan risiko munculnya resistensi mikroba terhadap perak menegaskan bahwa AgNPs bukan solusi tunggal dan memerlukan pendekatan berbasis risiko. Tantangan utama dalam sintesis hijau adalah variabilitas komposisi ekstrak tumbuhan yang memengaruhi reproduktibilitas nanopartikel yang dihasilkan. Ulasan ini menyimpulkan bahwa pengembangan AgNPs ke depan perlu mengintegrasikan standardisasi sintesis, karakterisasi multidimensional, dan analisis structure–activity relationship agar diperoleh material dengan aktivitas biologis tinggi, keamanan, dan stabilitas yang dapat dikendalikan.