Subastaryo, Subastaryo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gerakan Tanah Terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Perumahan Bukit Regency Semarang) Subastaryo, Subastaryo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20140

Abstract

Abstract: People escape from landslide because it brings disadvantage to their materials and soul. Even,  it can bring  calamity.  Landslide  is  very influence  toward construction planning  in  housing, esp. on Bukit Regency Housing in Semarang,  Indonesia.  The Influence of landslide to construction planning  in housing known from stripe faults,  clay stone, spring,  and slope.  Stripe faults can be use for open space, not building. Clay stone, as a landslide layer, consequently followed with foundation treatment,  its  base must be place on compacted breccia  under the clay.  Spring,  as a secondary signal of stripe fault, must be support  with drainage system.  Steep slope,  as landslide plane,  must be change to "terasering" that can be supported with plant cultivation.Abstrak:  Masyarakat  menginginkan  terhindar dari  gerakan tanah, karena gerakan tanah dapat menimbulkan kerugian  harta benda maupun nyawa.  Gerakan tanah bahkan dapat menimbulkan bencana.  Gerakan tanah sangat berpengaruh terhadap perencanaan  pembangunan perumahan, khususnya Perumahan Bukit Regency Semarang,  lndooesia.  Pengaruh gerakan tanah  terhadap perencanan pembangunan perumahan dapat diidentifikasikan dari: diketahuinya jalur patahan yang hanya direkomendasikan  untuk  digunakan  sebagai  ruang terbuka bukan  bangunan; batuan lempung sebagai lapisan gerakan tanah sehingga pondasi harus menembus batuan yang kompak berupa breksi di bawah lempung;  mata air sebagai tanda pendukung jalur rawan gerakan tanah perlu dilengkapi sistem drainase; dan lereng terjal sebagai bidang gerakan tanah diubah menjadi terasering, yang dapat diperkuat dengan penanaman pohon.
Pengaruh Gerakan Tanah Terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Perumahan Bukit Regency Semarang) Subastaryo, Subastaryo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20140

Abstract

Abstract: People escape from landslide because it brings disadvantage to their materials and soul. Even,  it can bring  calamity.  Landslide  is  very influence  toward construction planning  in  housing, esp. on Bukit Regency Housing in Semarang,  Indonesia.  The Influence of landslide to construction planning  in housing known from stripe faults,  clay stone, spring,  and slope.  Stripe faults can be use for open space, not building. Clay stone, as a landslide layer, consequently followed with foundation treatment,  its  base must be place on compacted breccia  under the clay.  Spring,  as a secondary signal of stripe fault, must be support  with drainage system.  Steep slope,  as landslide plane,  must be change to "terasering" that can be supported with plant cultivation.Abstrak:  Masyarakat  menginginkan  terhindar dari  gerakan tanah, karena gerakan tanah dapat menimbulkan kerugian  harta benda maupun nyawa.  Gerakan tanah bahkan dapat menimbulkan bencana.  Gerakan tanah sangat berpengaruh terhadap perencanaan  pembangunan perumahan, khususnya Perumahan Bukit Regency Semarang,  lndooesia.  Pengaruh gerakan tanah  terhadap perencanan pembangunan perumahan dapat diidentifikasikan dari: diketahuinya jalur patahan yang hanya direkomendasikan  untuk  digunakan  sebagai  ruang terbuka bukan  bangunan; batuan lempung sebagai lapisan gerakan tanah sehingga pondasi harus menembus batuan yang kompak berupa breksi di bawah lempung;  mata air sebagai tanda pendukung jalur rawan gerakan tanah perlu dilengkapi sistem drainase; dan lereng terjal sebagai bidang gerakan tanah diubah menjadi terasering, yang dapat diperkuat dengan penanaman pohon.