Proses persalinan dapat menimbulkan kecemasan pada ibu hamil yang, jika tidak ditangani, berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Meskipun media edukasi sudah tersedia, tingkat kecemasan tetap tinggi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas edukasi antenatal melalui e-learning berbasis website dengan media booklet dalam menurunkan kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan. Penelitian kuantitatif dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT) ini dilaksanakan di Puskesmas Pesantren II, Kota Kediri. Sebanyak 100 ibu hamil yang dipilih melalui proportional random sampling dibagi secara merata ke dalam kelompok e-learning (n=50) dan kelompok booklet (n=50). Kecemasan dinilai menggunakan instrumen Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney (p-value = 0,05). Kedua intervensi secara signifikan menurunkan kecemasan (p-value = 0,001). Tingkat kecemasan berat pada kelompok e-learning menurun dari 50% menjadi 0%, sedangkan pada kelompok booklet menurun dari 56% menjadi 10%. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan (p-value = 0,003), dengan mean rank penurunan kecemasan sebesar 57,76 untuk e-learning dan 43,24 untuk booklet. Edukasi antenatal e-learning berbasis website terbukti secara bermakna lebih efektif dibandingkan media booklet dalam mengurangi kecemasan terkait persalinan. Temuan ini mendukung pengembangan media edukasi antenatal yang modern dan mudah diakses dalam layanan kebidanan guna mengoptimalkan kesiapan psikologis ibu hamil