muhammad nur thaariqi
Universitas Samudra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aplikasi pupuk organik cair ampas kopi dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) muhammad nur thaariqi; Boy Riza Juanda; Iwan Saputra
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 7 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi kakao di Indonesia memerlukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bibit, antara lain melalui pemanfaatan pupuk organik dan penggunaan media tanam yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) ampas kopi, komposisi media tanam, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa, Aceh, pada April–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC ampas kopi, yaitu (P0) 0 ml/L air, (P1) 30 ml/L air, (P2) 50 ml/L air, dan (P3) 70 ml/L air, sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam berupa tanah top soil, arang sekam, dan pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1:1 (M­­1), 1:2:1 (M2), dan 2:2:1 (M3). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, berat basah akar, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC ampas kopi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 8 minggu setelah tanam (MST), dengan rata-rata tertinggi pada perlakuan tanpa POC (P0), yaitu 11,44 helai, dan terendah pada (P3), yaitu 10,07 helai. Komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit dan jumlah daun pada umur 8 MST. Perlakuan (M2) menghasilkan tinggi bibit tertinggi, yaitu 21,79 cm, dan jumlah daun tertinggi, yaitu 11,47 helai. POC ampas kopi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan lainnya, sedangkan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah daun pada umur 4 dan 6 MST, panjang akar, berat basah akar, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk, serta tinggi bibit pada umur 4 dan 6 MST. Interaksi antara POC ampas kopi dan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.