Kemampuan literasi sains merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA. Namun faktanya, pembelajaran IPA di sekolah masih belum optimal dalam memfasilitasi literasi sains siswa karena belum tersedianya bahan ajar yang mampu mengintegrasikan isu-isu sosial-sains yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Salah satu solusinya adalah dengan menyediakan bahan ajar yang mengintegrasikan permasalahan nyata ke dalam pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI) sebagai konteks pembelajaran IPA yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana tingkat kevalidan dan respons siswa terhadap e-magazine berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) pada tema pencemaran Sungai Cibanten untuk memfasilitasi literasi sains siswa SMP. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi hingga tahap implementation. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi dan angket respons siswa. Tingkat kevalidan diukur oleh dua ahli materi, dua ahli bahan ajar, dan dua guru IPA SMP, di mana sebelumnya instrumen telah divalidasi kepada ahli instrumen (judgement). Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 89,2%, ahli bahan ajar 94,64%, dan guru IPA SMP 95%, dengan ketiganya berkategori "Sangat Valid". Setelah direvisi, dilaksanakan uji coba terbatas yang menghasilkan persentase respons siswa sebesar 89,5% berkategori "Sangat Baik". Hal ini menunjukkan bahwa e-magazine berbasis SSI pada tema pencemaran Sungai Cibanten telah memenuhi kriteria kevalidan dan memberikan indikasi awal yang positif sebagai bahan ajar kontekstual dalam memfasilitasi literasi sains siswa SMP.