Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI GENERASI MUDA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSITENSI BAHASA LAMPUNG DI ERA MODERN Dara Ramadhani; Ratna Dewi; Ditta Aulia Anggraini; Diah Ana Fadila; Nadira Febriyani; Nanda Purmaya Sari; Putra Sanjaya
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v10i2.2404

Abstract

Abstrak Bahasa Lampung merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah yang perlu dipertahankan keberadaannya. Namun, perkembangan era modern, dominasi bahasa Indonesia, perubahan lingkungan sosial, dan penggunaan media digital menyebabkan penggunaan bahasa Lampung di kalangan generasi muda semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi generasi muda dalam mempertahankan eksistensi bahasa Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi muda dapat berperan dalam mempertahankan bahasa Lampung melalui penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan media sosial, penguatan pembelajaran bahasa daerah, serta peningkatan rasa bangga terhadap bahasa Lampung. Dengan demikian, keterlibatan aktif generasi muda dan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah menjadi penting agar bahasa Lampung tetap digunakan dan diwariskan di tengah perkembangan zaman.     Abstract The Lampung language is an important part of the regional identity and cultural heritage that needs to be preserved. However, the development of the modern era, the dominance of the Indonesian language, changes in the social environment, and the use of digital media have contributed to the declining use of the Lampung language among young people. This study aims to analyze the strategies employed by young people to maintain the existence of the Lampung language. The study uses a descriptive qualitative approach with a literature review method. Data were collected from relevant scholarly journals, books, policy documents, and previous studies. The findings indicate that young people can play an important role in preserving the Lampung language through its use in daily communication, the utilization of social media, the strengthening of local language education, and the development of pride in the Lampung language. Therefore, the active involvement of young people, supported by families, schools, communities, and the government, is essential to ensure that the Lampung language continues to be used and passed down to future generations amid ongoing developments. 
TATA KRAMA MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATIN Nuraini; Ratna Dewi; Anisa Febriani; Azzahra Salsabila; Erine; Esixtha Pinkan Jeniary
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v10i2.2415

Abstract

Tata krama merupakan unsur krusial dalam kebudayaan masyarakat Lampung Saibatin yang berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk tata krama masyarakat Lampung Saibatin serta kaitannya dengan nilai-nilai budaya dan falsafah Piil Pesenggiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran dan kajian terhadap artikel jurnal ilmiah serta literatur yang relevan. Hasil kajian mengungkapkan bahwa tata krama masyarakat Lampung Saibatin tercermin melalui pemberian gelar adat pada saat pernikahan, penghormatan kepada orang yang lebih tua, keramahan terhadap tamu, kemampuan bergaul dengan masyarakat, serta sikap tolong-menolong dan gotong royong. Bentuk-bentuk tata krama tersebut mencerminkan nilai-nilai kesopanan, penghormatan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Oleh sebab itu, pelestarian tata krama masyarakat Lampung Saibatin perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Etiquette is a crucial element in the culture of the Lampung Saibatin people, serving as a guideline for attitudes and behavior in daily life. This study aims to describe various forms of etiquette in the Lampung Saibatin people and their relationship to the cultural values and philosophy of Piil Pesenggiri. The method used in this study is descriptive qualitative with a library research approach. Data were collected through searching and reviewing scientific journal articles and relevant literature. The results of the study revealed that the etiquette of the Lampung Saibatin people is reflected in the granting of traditional titles during marriage, respect for elders, friendliness towards guests, the ability to socialize with the community, and an attitude of mutual assistance and mutual cooperation. These forms of etiquette reflect the values of politeness, respect, responsibility, and social concern. Therefore, the preservation of etiquette in the Lampung Saibatin people is necessary so that cultural values are maintained and can be passed on to the next generation.