Gangguan voltage dip merupakan permasalahan yang sering terjadi pada sistem kelistrikan, umumnya terjadi akibat gangguan hubung singkat dan kondisi abnormal pada jaringan distribusi. Gangguan voltage dip ini menyebabkan terjadinya open circuit pada CB beban kritikal yang sedang beroperasi. Oleh karena itu, diperlukan mitigasi yang bisa menjaga kestabilan tegangan listrik dan menjaga operasional beban kritikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas UPS sebagai mitigasi gangguan voltage dip pada sistem kelistrikan industri oil & gas. Metode penelitian menggunakan simulasi software ETAP, dengan studi kasus pada sistem kelistrikan industri oil and gas Balikpapan. Simulasi dilakukan dengan gangguan yang berbeda-beda, seperti three phase fault, line-line-ground fault, line-line fault, dan line-ground fault yang menyebabkan terjadinya penurunan tegangan pada busbar utama 1AL dan 2AL. Hasil simulasi ETAP menunjukkan bahwa saat terjadi gangguan line-line-ground fault, tegangan busbar 2AL mengalami penurunan hingga 983 V dari tegangan nominal 6,6 kV, disertai penurunan frekuensi menjadi 49,7 Hz. Meskipun demikian, beban kritikal tetap beroperasi normal. Hal ini menunjukkan UPS berfungsi sebagai daya cadangan dan sistem proteksi aktif yang secara otomatis menjaga kontinuitas suplai daya dan kestabilan tegangan. Hasil penelitian ini, telah dibuktikan bahwa penggunaan UPS merupakan mitigasi gangguan voltage dip yang konsisten untuk mencegah terjadinya open circuit pada CB beban kritikal dan mengurangi risiko unplanned shutdown pada industri oil and gas yang memiliki beban motor berkapasitas besar dan beroperasi secara kontinu